UNAIR NEWS – Departemen Sosial dan Lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR menggelar kegiatan FST Envirocare 1.0 di Pantai Kenjeran pada Minggu (10/05/2026). Kegiatan ini menggabungkan edukasi dan aksi nyata membersihkan sampah di pesisir pantai kenjeran. Tidak hanya itu, kegiatan ini berhasil menggandeng Marine Buddies Surabaya dan Trash Control Community untuk berkolaborasi.
Gandeng Komunitas Ciptakan Keberdampakan
Kegiatan diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Pada sesi edukasi, kegiatan dibantu oleh Marine Buddies. Kegiatan berlanjut dengan membersihkan pantai dengan dihadiri oleh 60 volunteer. Volunteer kegiatan datang dari mahasiswa dengan latar belakang beragam. Para volunteer dibagi menjadi beberapa kelompok dan diadakan kompetisi pengumpul sampah terbanyak akan mendapatkan hadiah. Nantinya, sampah yang berhasil dikumpulkan akan didistribusikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dengan bantuan Marine Buddies.
Untuk mendukung pengelolaan sampah dan keamanan volunteer, panitia Envirocare bekerja sama dengan Trash Control Community untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) serta perlengkapan seperti sarung tangan, karung, dan timbangan. Ahmad Ameer Elfreda selaku ketua pelaksana mengatakan kegiatan ini berkolaborasi bersama. “Dalam kegiatan ini terdapat beberapa pihak yang berkolaborasi, yaitu Marine Buddies Surabaya yang berperan sebagai pengisi materi pada sesi sharing session serta membantu menjembatani koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, sementara Trash Control Community turut berkolaborasi sebagai sponsor yang mendukung pelaksanaan kegiatan,” ungkap Elfreda.

Tantangan Utama dan Keberlanjutan
Dibalik suksesnya kegiatan ini, tantangan besar ditemukan di lapangan. Kesadaran warga sekitar pantai mengenai kebersihan lingkungan masih tergolong rendah. Sebagian warga memilih fokus pada aktivitas sehari-hari seperti menjemur ikan sementara pengelolaan lingkungan bukan menjadi prioritas utama. Ditambah, banyak warga yang membuat limbah konsumsi langsung ke laut sehingga berpotensi merusak ekosistem. Meskipun demikian, sejumlah warga tetap menyambut positif kegiatan.
Program yang digagas oleh Departemen Sosial dan Lingkungan bersama volunteer akan terus berkontribusi nyata di masyarakat. Kegiatan FST ENVICORE akan berlangsung beberapa kali selama satu tahun kepengurusan. Untuk FST ENVICORE selanjutnya yang lebih luas dan variatif dengan menargetkan taman kota dan Car Free Day. “InsyaAllah kegiatan ini akan terus berlanjut dan tidak berhenti di FST ENVIROCARE 1.0 saja,” ujar Elfreda
Penulis: Yongki Eka Cahya
Penyunting: Ragil Kukuh Imanto





