Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Harapan Baru Pengobatan Kanker Payudara: Potensi Pinostrobin Pentanoat sebagai Terapi yang Selektif dan Aman

11 Views•3 minutes read

Kanker payudara hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Mayoritas dari kasus kanker payudara (sekitar 70-80%) digolongkan ke dalam jenis reseptor estrogen alfa (ERa) positif, yang berarti pertumbuhan sel kankernya dipicu oleh hormon estrogen. Pengobatan konvensional saat ini, seperti kemoterapi menggunakan doksorubisin, memang efektif menekan kanker. Namun, pengobatan semacam ini sering kali menimbulkan efek samping sistemik yang berat karena ikut merusak sel-sel tubuh yang sehat.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga berhasil mengembangkan inovasi senyawa baru yang menjanjikan, yaitu pinostrobin pentanoat (P5). Senyawa ini merupakan hasil modifikasi struktur dari senyawa pinostrobin. Pinostrobin sendiri adalah senyawa alami turunan flavonoid yang sebelumnya diketahui memiliki efek antikanker. Modifikasi ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan senyawa dalam membunuh kanker sekaligus memastikan profil keamanannya bagi tubuh.

Sebelum diuji secara langsung, para peneliti memanfaatkan teknologi simulasi komputer canggih (in silico) berupa penambatan molekuler (molecular docking) dan dinamika molekuler. Ibarat mencari “kunci” yang paling pas untuk sebuah “gembok”, simulasi ini membuktikan bahwa pinostrobin pentanoat mampu menempel dengan sangat kuat dan stabil pada reseptor ERa di sel kanker payudara. Energi ikatan senyawa baru ini terbukti jauh lebih baik dibandingkan senyawa aslinya.

Keberhasilan di dalam simulasi komputer tersebut kemudian dibuktikan melalui pengujian langsung (in vitro) pada sel kanker payudara jenis T47D dan sel normal (sel Vero) di laboratorium. Hasilnya sangat menggembirakan. Pinostrobin pentanoat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan jauh lebih efektif dibandingkan senyawa induknya. Lebih luar biasa lagi, senyawa ini memiliki tingkat selektivitas yang sangat tinggi, dengan Indeks Selektivitas lebih dari 46,8. Artinya, senyawa P5 ini mematikan bagi sel kanker, namun terbukti aman dan minim efek samping bagi sel-sel sehat.

Penemuan menarik lainnya terungkap ketika peneliti mengkombinasikan pinostrobin pentanoat dengan obat kemoterapi standar, doksorubisin. Kombinasi keduanya ternyata menghasilkan efek yang sinergis atau saling menguatkan. Temuan ini membuka peluang besar di dunia medis, di mana dosis obat kemoterapi di masa depan mungkin bisa diturunkan. Dengan begitu, pasien dapat menerima pengobatan yang tetap efektif namun dengan keluhan efek samping yang jauh lebih ringan.

Melalui pendekatan komputasi dan laboratorium yang terintegrasi ini, penelitian ini menegaskan bahwa pinostrobin pentanoat adalah kandidat obat antikanker payudara yang sangat potensial. Temuan ini memberikan secercah harapan baru bagi pengembangan terapi kanker yang lebih aman, selektif, dan bersahabat bagi pasien di masa depan.

Penulis: Dr. apt. Tri Widiandani, S.Si., Sp.FRS.

Sumber:

Widiandani, T., Susilawati, D., Rahman, A., Rahmah, S., Sulistyowaty, M. I., Suryadi, A. M. A., Purwanto, B. T., & Siswodihardjo, S. (2026). Pinostrobin pentanoate as a selective estrogen receptor-a antagonist in breast cancer: integrated in silico and in vitro evaluation. Research in Pharmaceutical Sciences, 21(4), 466-480.

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top