UNAIR NEWS – Fokus menghasilkan karya membawa pesan pelestarian lingkungan melalui visual menarik membuat mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), Muhammad Razif Arsyad berhasil membawa pulang Juara I International Photography & Videography Competition (IPVC) Batch 3. Universitas Riau menyelenggarakan malam penganugerahan kompetisi tersebut di Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (17/10/2026).
Ajang tersebut menantang para peserta dari berbagai negara untuk merespons isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan melalui karya visual yang mampu menggugah kesadaran masyarakat global. Menjawab tantangan tersebut, Razif berfokus pada subtema Environmental Sustainability and Conservation Action dengan merancang sebuah karya videografi yang mengedepankan pendekatan visual storytelling.
Dalam wawancara bersama UNAIR NEWS, Razif mengatakan bahwa hasil yang ia raih tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan. Melainkan juga motivasi untuk berkembang lebih jauh.
“Kemenangan ini memotivasi saya untuk terus mengembangkan kemampuan videografi dan menyampaikan pesan positif melalui karya-karya berikutnya,” ucapnya.
Aksi Nyata dalam Bingkai Kamera
Razif menawarkan inovasi penyampaian pesan pelestarian lingkungan yang praktis, langsung, dan sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia percaya bahwa pesan lingkungan akan jauh lebih bermakna jika masyarakat memahami langkah konkret yang bisa mereka lakukan di sekitar mereka.
“Melalui karya ini, saya ingin menunjukkan bahwa kita bisa memulai upaya menjaga lingkungan dari kebiasaan sehari-hari. Seperti mengurangi plastik sekali pakai dan menghemat energi. Gagasan utamanya adalah mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata,” ungkapnya.
Bagi Razif, konservasi lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis semata, melainkan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberlanjutan lingkungan sangat bergantung pada seberapa konsisten setiap individu mengambil langkah kecil untuk mengatasinya.
Proses di Balik Layar
Dalam menerjemahkan ide ke tahap produksi, Razif memadukan eksplorasi sinematografi dengan pesan edukatif yang kuat. Ia berupaya menghadirkan visual yang variatif dan dinamis dengan memanfaatkan berbagai teknologi, seperti penggunaan drone hingga kamera 360 derajat.
“Penggunaan teknologi memperkuat penyampaian pesan agar lebih berkesan. Saya menyelaraskan visual, alur cerita, dan audio agar pesannya lebih emosional dan komunikatif. Visual sinematik harus mampu membangun kesadaran dan mendorong penonton ikut menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Razif meyakini perpaduan antara kreativitas teknis, kekuatan sinematik, dan relevansi pesan yang membumi berhasil memukau dewan juri hingga ia sukses menyandang gelar pemenang utama.
Penulis: Putri Andini
Editor: Yulia Rohmawati
