UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi mengukuhkan 594 wisudawan periode 263 program Doktor, Magister, Sarjana, dan Vokasi. Wisuda tersebut berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR.
Pada momentum ini, Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menekankan bahwa wisuda bukan sekadar prosesi, melainkan langkah awal menuju babak baru pengabdian kepada masyarakat. Momen penyematan gelar kepada para wisudawan, sejatinya merupakan bekal untuk melangkah lebih jauh.
“Hari ini, kami menyambut kembali para Ksatria Airlangga di rumah besar tempat saudara-saudara ditempa. Saudara datang sebagai mahasiswa dengan mimpi, dan hari ini kembali sebagai lulusan dengan tanggung jawab baru,” ungkapnya.
Bekali Lulusan Ilmu dan Semangat Pengabdian
Selama duduk di bangku kuliah, mahasiswa telah melewati proses jatuh bangun dengan bekal ilmu pengetahuan dan nilai Excellent with Morality. Kali ini, mereka datang mengenakan toga dengan menyandang gelar yang siap didedikasikan kepada masyarakat.
“Setelah melewati jatuh bangun proses pembelajaran dan kehidupan kampus, kali ini saudara berdiri sebagai Ksatria Airlangga yang siap membawa ilmu, nilai, dan kontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Di tengah perhelatan, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu, turut mengajak para wisudawan untuk mendudukkan kepala sejenak atas berbagai bencana alam yang menimpa wilayah Indonesia. Hal tersebut menjadi pengingat bagi wisudawan untuk serentak bahu-membahu mengulurkan tangan kepada rakyat.
“Mari sejenak kita berdoa atas berbagai bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur, serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Maluku Utara, Kabupaten Aceh besar dan beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini menjadi pengingat bahwa Ilmu yang kita miliki harus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan, ” imbuhnya.

Makna di Balik Sematan Gelar hingga Jaga Martabat Almamater
Prof Madyan menitipkan amanatnya kepada wisudawan agar menyertai gelar dengan nilai-nilai kemanusiaan. Hendaknya, saat nanti pulang ke kampung halaman, wisudawan tidak sekadar mengantongi gelar melainkan juga mampu berdampak bagi lingkungan sekitar.
“Karena keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita mencapai sesuatu, tetapi seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada sekitar kita,” paparnya.
Selain itu, ia menekankan untuk senantiasa menjaga nilai Honest, Humble, Helpful Excellence, Brave, Agile, Transcendence (HEBAT) serta identitas baik almamater selama menjadi alumni UNAIR. Semangat untuk selalu berani bermimpi dan hadir di tengah masyarakat tidak luput dari nasihatnya.
“Hari ini saudara meninggalkan kampus bukan sebagai akhir perjalanan, tetapi sebagai awal pengabdian. Jadilah Ksatria Airlangga yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sebagaimana pesan yang terkandung dalam hadis, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,’ Selamat atas pencapaian yang luar biasa, para Ksatria Airlangga,” pungkasnya.
Penulis: Amelia Farah Putri I
Editor: Khefti Al Mawalia





