Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Berikan Edukasi Anti Bullying di SD Muhammadiyah Gresik

UNAIR NEWS – Bullying merupakan perilaku menyimpang yang dapat muncul sejak usia sekolah dasar, baik dalam bentuk verbal (seperti ejekan, hinaan, atau ancaman) maupun tindakan fisik. Perilaku ini tidak hanya melukai perasaan korban, tetapi juga dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari menurunnya kepercayaan diri, stres berkepanjangan, hingga cedera fisik. Menyadari urgensi tersebut, mahasiswa BBK (Belajar Bareng Komunitas) 7 Universitas Airlangga di Kelurahan Kemuteran menyelenggarakan Sosialisasi Anti-Bullying di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Gresik pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 serta didampingi oleh beberapa guru pendamping.

Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini dirancang dengan metode penyampaian yang komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa Belajar Bareng Komunitas (BBK) Universitas Airlangga memaparkan materi secara runtut, mulai dari definisi bullying, faktor pemicu, serta situasi atau tempat yang rentan terjadi perundungan, hingga penjelasan mengenai dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang dapat dialami korban. Untuk memperkuat pemahaman, siswa diajak menonton video edukatif singkat yang menggambarkan contoh perilaku bullying dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, untuk mengukur tingkat pemahaman mereka terkait materi yang telah disampaikan, mahasiswa BBK 7 Unair juga membuka sesi tanya jawab.  

Salah satu mahasiswa BBK Unair Kemuteran menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan isu anti-bullying dengan realitas keseharian siswa. “Kami ingin siswa memahami bahwa bullying bisa muncul dari hal-hal yang tampak sederhana, seperti ejekan, namun tetap dapat melukai perasaan teman. Melalui program ini, kami berharap siswa semakin berani untuk bersikap baik, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan pertemanan yang positif,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut dengan positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala sekolah SD Muhammadiyah Gresik mengatakan bahwa edukasi semacam ini sangat dibutuhkan “Kegiatan sosialisasi anti-bullying dapat membentuk karakter siswa sejak dini. Kami berharap siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan namun juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari” tuturnya. 

Kegiatan sosialisasi anti-bullying tersebut menjadi kontribusi nyata BBK 7 Universitas Airlangga dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), melalui kegiatan  ini, diharapkan kegiatan ini dapat membentuk kesadaran tentang pentingnya memiliki rasa empati, toleransi dan sikap saling menghargai, sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan agar tercipta lingkungan sekolah yang aman,nyaman dan ramah bagi seluruh siswa. 

Penulis : Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga Kemuteran