Demam Q, juga dikenal sebagai demam query, adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii. Coxiella burnetii adalah bakteri γ-proteobacterium Gramnegatif yang merupakan anggota famili Coxiellaceae dan ordo bakteri Legionellales. Penyakit demam Q dapat menginfeksi anjing, kucing, burung, ikan, reptil, artropoda, manusia, ruminansia, dan hewan pengerat. Ruminansia domestik, seperti sapi, domba, dan kambing, umumnya dianggap sebagai reservoir utama infeksi ini. Selama uji infeksi intraperitoneal, penyakit ini ditemukan sangat menular pada kelinci percobaan.
Demam Q pertama kali dilaporkan di Australia pada tahun 1935 dan kemudian menyebar ke seluruh dunia hingga sekarang. Pemahaman tentang penyakit ini dan C. burnetii, penyebab utamanya, telah berkembang secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Di sebagian besar negara tempat serologi sistematis dilakukan, C. burnetii diakui sebagai penyebab endokarditis global. Demam Q mungkin merupakan penyebab demam yang tersebar luas di zona intertropis, menurut penelitian yang dilakukan di wilayah tropis dan perang terkini di Timur Tengah. Sejak wabah tahun 2007 di Belanda, di mana penyakit tersebut membuat lebih dari 4.000 orang sakit, demam Q menjadi lebih relevan dengan kesehatan masyarakat dalam 10 tahun terakhir.
Aerosol yang terkontaminasi bakteri merupakan cara penularan demam Q yang paling sering terjadi. Bakteri patogen yang menyebabkan penyakit ini, C. burnetii, sangat menular dan menyebar melalui aerosol, sehingga berpotensi digunakan sebagai senjata biologis. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang cepat dan tepat jika terjadi wabah. Angin dapat membantu bakteri berpindah dari tempat utama infeksi, sehingga orang yang tinggal di dekat daerah pedesaan atau memiliki kontak langsung dengan hewan pemamah biak dalam negeri berisiko lebih besar tertular infeksi bakteri ini. Meskipun jarang terjadi, penularan infeksi C. burnetii pada manusia dapat terjadi melalui gigitan kutu dan konsumsi susu atau keju yang tidak dipasteurisasi.
Demam Q pada manusia bermanifestasi sebagai demam akut dengan gejala yang menyerupai influenza, sering kali disertai radang paru-paru atau pneumonia. Sebaliknya, demam Q sering kali bersifat subklinis pada hewan. Demam Q yang parah dapat menyebabkan kondisi fatal seperti gagal hati, radang otak, kelainan pembuluh darah, radang tulang, dan endokarditis, infeksi jantung yang sering kali mengakibatkan kematian. Selain itu, demam Q yang parah merupakan penyebab umum aborsi dan infertilitas pada hewan ruminansia. Menurut penelitian terkini, lesi paru dapat terjadi akibat penularan aerosol demam Q. Pengembangan diagnosis demam Q yang cepat dan tepat masih berlangsung di negara-negara kaya.
Karena dampaknya terhadap kesehatan manusia, respons ternak terhadap intervensi, tingkat keparahan klinis, dan keadaan darurat, demam Q telah menjadi kekhawatiran serius karena telah menyebar ke seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang. Meskipun menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, demam Q kurang dilaporkan, dan pengawasan penyakit sering kali diabaikan. Jadi tujuan dari artikel tinjauan ini adalah untuk menjelaskan etiologi, sejarah, epidemiologi, patogenesis, gejala klinis, diagnosis, penularan, faktor risiko, pentingnya kesehatan masyarakat, potensi sebagai bioterorisme, pengobatan, vaksinasi, dan pengendalian demam Q.
Artikel review ini disusun berdasarkan kolaborasi penulisan antara Dewa Ketut Meles, Aswin Rafif Khairullah, Imam Mustofa, Wurlina Wurlina, Adeyinka Oye Akintunde, Niluh Suwasanti, Rheza Imawan Mustofa, Satriawan Wedniyanto Putra, Ikechukwu Benjamin Moses, Muhammad Khaliim Jati Kusala, Ricadonna Raissa, Kartika Afrida Fauzia, Suhita Aryaloka, Ima Fauziah, Sheila Marty Yanestria, Syahputra Wibowo. Artikel ini telah terbit pada Open Veterinary Journal (https://doi.org/10.5455/OVJ.2024.v14.i10.2) pada 31 Oktober 2024. Open Veterinary Journal merupakan jurnal internasional bereputasi dengan CiteScore 1,4; Highest percentile 46% (Q3, 104/194), SJR 0.331, dan SNIP 0.569.
Meles, Dewa Ketut1; Khairullah, Aswin Rafif2; Mustofa, Imam3*; Wurlina, Wurlina3; Akintunde, Adeyinka Oye4; Suwasanti, Niluh5; Mustofa, Rheza Imawan6; Putra, Satriawan Wedniyanto7; Moses, Ikechukwu Benjamin8; Kusala, Muhammad Khaliim Jati2; Raissa, Ricadonna9; Fauzia, Kartika Afrida10,11; Aryaloka, Suhita12; Fauziah, Ima2; Yanestria, Sheila Marty13; Wibowo, Syahputra14. Navigating Q fever: Current perspectives and challenges in outbreak preparedness. Open Veterinary Journal 14(10):2509–2524, October 2024. | DOI: 10.5455/OVJ.2024.v14.i10.2





