Prof Ika saat memaparkan materi pemasaran digital dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat 2026. (Foto: Istimewa)

UNAIR Buka Peluang Kemandirian Ekonomi bagi Difabel Tuban

70 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Kemandirian ekonomi merupakan hak setiap orang yang perlu didukung melalui kesempatan yang setara. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat 2026, Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program bertajuk Menuju Inclusive Social Solidarity Economy: Strategi Inovatif Pemberdayaan Difabel Tuban Berbasis Talent Development and Skill di Balai Kelurahan Doromukti, Tuban, pada Kamis (15/10/2026).

Program yang mendapat pendanaan Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR ini salah satunya diinisiasi oleh Prof Sulikah Asmorowati SSos MDev PhD, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR, bersama Jatim Inklusi sebagai mitra. Program ini merespons keterbatasan akses pendidikan, pelatihan vokasional, literasi digital, dan peluang ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi kelompok difabel.

Dalam sesi digital marketing, peserta mempelajari cara mengenali calon pembeli, menentukan keunggulan produk, dan menyusun konten promosi yang sesuai. Materi ini membantu pelaku usaha memilih strategi pemasaran berdasarkan karakteristik produk dan kebutuhan pasar.

Peserta juga memahami alur pembelian, mulai dari tahap calon pembeli mengenal produk, menaruh minat, hingga memutuskan untuk membeli. Pemahaman ini membantu pelaku usaha menyusun pesan promosi yang relevan pada setiap tahap.

“Keterbatasan akses pendidikan, pelatihan vokasional, literasi digital, dan peluang ekonomi masih menjadi tantangan bagi kelompok difabel. Karena itu, digital marketing dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pasar dan mendukung pengembangan usaha,” jelas Prof Ika.

Selain kualitas dan keunikan produk, cerita di balik proses pembuatannya juga dapat memperkuat daya tarik pemasaran. Pelaku usaha dapat menonjolkan kualitas dan keunikan produk sekaligus menghadirkan narasi yang positif dan menghargai kreativitas serta kemampuan pembuatnya.

Peserta Program Pengabdian kepada Masyarakat 2026 di Balai Kelurahan Doromukti, Tuban, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)
Peserta Program Pengabdian kepada Masyarakat 2026 di Balai Kelurahan Doromukti, Tuban, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)

Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) UNAIR, Pramesti Pradna Paramita MEd Psych PhD Psikolog, hadir sebagai narasumber yang memaparkan pentingnya talent development and skill dalam pemberdayaan difabel. Pendekatan ini mengajak individu mengenali minat dan kemampuan, kemudian mengembangkannya melalui latihan serta dukungan yang sesuai.

Pengembangan keterampilan teknis dapat mengikuti minat individu dan peluang ekonomi lokal. “Peserta dapat merintis usaha kuliner dari minat memasak dan memanfaatkan ketertarikan pada fotografi untuk menghasilkan foto produk. Potensi lokal Tuban, seperti Batik Gedog, kerajinan kayu, dan olahan hasil laut, juga membuka peluang usaha,” ujar Pramesti.

Selain keterampilan teknis, peserta perlu mengasah komunikasi, kerja sama, dan  manajemen waktu. Keterampilan digital dasar, seperti menggunakan WhatsApp, membuat foto produk, mengelola media sosial, dan menulis deskripsi produk, turut membantu pelaku usaha memasarkan hasil karyanya.

“Harapannya, kegiatan ini mendorong peserta mengembangkan potensi dan memanfaatkan peluang usaha secara mandiri, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif sesuai agenda Sustainable Development Goal poin 8,” pungkas Pramesti.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top