Penggunaan obat topikal yang dapat meningkatkan daya tahan kulit merupakan pendekatan yang baik untuk pengobatan dermatitis pada tangan akibat kerja (occupational hand dermatitis/ OHD). Cocos nucifera atau minyak kelapa merupakan salah satu sumber lemak terbaik yang diperkaya dengan asam laurat, sedangkan gliserin merupakan salah satu kandungan pelembab yang terkenal dan dapat meningkatkan kelembapan kulit. Pelembab dapat bekerja dengan cara membentuk lapisan penutup pada permukaan kulit yang kemudian dapat mencegah masuknya bahan bahan yang dapat menyebabkan peradangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas C. nucifera dan gliserin sebagai pencegahan sekunder OHD di kalangan pekerja batik (kain tradisional Indonesia). Dalam uji coba acak, double-blind, crossover mengevaluasi efek krim gliserin yang dikombinasikan dengan C. nucifera dibandingkan dengan gliserin saja. Faktor yang dievaluasi adalah penilaian kehilangan kadar air trans-epidermal (Trans Epidermal Water Loss/TEWL), kapasitansi kulit, dan penilaian klinis menggunakan Indeks Keparahan Eksim Tangan (HECSI) yang dilakukan pada hari ke-0 dan ke-14.
Penelitian ini dilakukan pada kondisi aktual pengrajin Batik, yang terus bekerja dengan paparan iritan dan alergen seperti bias, sehingga hasil yang diperoleh dapat mencerminkan situasi sebenarnya dan diharapkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan pekerja batik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua kelompok intervensi terdapat penurunan HECSI lebih dari 20% untuk sekitar 93,8% subjek. Efek pengobatan produk gliserin yang dikombinasikan dengan C. nucifera dan gliserin saja menunjukkan hasil efektivitas yang sama persis. Terdapat penurunan skor TEWL lebih dari 20% di bagian punggung dan telapak tangan setelah 14 hari aplikasi produk gliserin yang dikombinasikan dengan C. nucifera dibandingkan dengan produk gliserin. Serta terdapat peningkatan kapasitansi kulit lebih dari 20% di bagian punggung dan telapak tangan setelah 14 hari penggunaan produk gliserin yang dikombinasikan dengan C. nucifera dibandingkan dengan produk gliserin. Pada penelitian ini, tidak ditemukan efek samping maupun tanda dan gejala interaksi yang buruk antara pelembab dan paparan bahan yang digunakan di tempat kerja. Sebanyak 27 (84%) subjek menyatakan menyukai aroma khas produk gliserin yang dikombinasikan dengan C. nucifera dan semua subjek tidak merasa penggunaan kedua produk ini menganggu pekerjaan mereka.
Kesimpulan penelitian ini baik krim kombinasi gliserin–C. nucifera maupun krim dengan formulasi hanya gliserin sama-sama efektif untuk pencegahan sekunder OHD pada pekerja kain di Indonesia, sehingga penggunaan pelembab yang mengandung minyak kelapa dan gliserin setelah bekerja sebagai pencegahan sekunder dermatitis tangan di kalangan pekerja kain dapat direkomendasikan sebagai sarana untuk mengurangi prevalensi penyakit OHD.
Penulis: Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa., Sp. DVE., Subsp. DAI
Informasi lebih lengkap dari tinjauan Pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://www.nature.com/articles/s41598-024-72010-0
Cococos nucifera and glycerine afterwork moisturizers for secondary prevention of hand dermatitis among fabric worker: a randomized, double-blind, cross over trial. Windy K. Budianti, Retno W. Soebaryo, Muchtaruddin Mansyur, Franciscus D. Suyatna, Minarma Siagian, Joshita Djajadisastra, Cita Rosita Sigit Prakoeswa.





