Spinal Cord Injury (SCI) adalah cedera pada sum-sum tulang belakang yang menyebabkan disfungsi saraf motorik, sensorik, dan otonom. Diperkirakan insiden SCI berada di antara 52 hingga 54 kasus per 1 juta pada tahun 1993 s/d 2012. Tingkat mortalitas dan morbiditas SCI tergolong tinggi di seluruh dunia, dan saat ini belum ada intervensi terapeutik yang efektif.
Kerusakan jaringan saraf akibat SCI dapat menginduksi Vascular Endothenial Growth Factor (VEGF) yang dapat memperburuk kondisi pada fase lanjut dengan meningkatkan permeabilitas vascular, sehingga menyebabkan edema jaringan yang dapat memperburuk infark.
MLC 901 (Neuroaid II) merupakan kombinasi 9 komponen herbal. MLC 901 memiliki efek neuroprotektif dan neuroproliferatif. Efek luar biasa dari MLC 901 terletak pada neurogenesis dan efek neurorestorasi daripada efek neuroprotektifnya. MLC 901 telah banyak digunakan di Asia untuk pasien stroke karena mekanismenya diketahui menurunkan kadar VEGF pada jaringan iskemik.
Untuk memberikan kontribusi dalam bidang ini, sebuah eksperimen dilakukan oleh Faris, M., dkk., (2022) dari Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian yang telah diterbitkan dalam Elsevier ini bertujuan untuk mengetahui peran MLC901 dalam kasus Spinal Cord Injury serta untuk mengetahui perannya terhadap tingkat VEGF-ELISA dan VEGF mRNA dengan mengggunakan hewan coba tikus (Sprague Dawley).
Pada percobaan ini digunakan sepuluh Tikus Sprague Dawley jantan seberat 250 – 300 g dengan Spinal Cord Injury. Hewan coba dibagi secara acak ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama, disebut sebagai kelompok treatment, diberikan MLC901. Sedangkan kelimpok kedua, disebut sebagai kelompok kontrol, diberikan placebo.
Pada penelitian ini, didapatkan bahwa rata-rata ekspresi mRNA VEGF pada kelompok yang diberikan MLC901 mengalami penurunan dibandingkan dengan kelompok control, yang memiliki rata-rata ekspresi mRNA VEGF yang sangat tinggi dimulai setelah 1 jam pemberian MLC 901 hingga hari ke 14 pasca cedera. Terdapat penurunan tingkat VEGF pada kelompok MLC901 dibandingkan dengan kelompok control semenjak 3 jam pasca cedera (1 jam setelah pemberian MLC901) hingga 14 hari setelah cedera.
Sebelum cedera, darah diambil dari tikus untuk mengukur ekspresi VEGF pada kedua kelompok. Sesaat sebelum injeksi MLC901 diberikan (2 jam setelah cedera), sample darah diambil kembali untuk mengukur ekspresi VEGF pasca cedera. Satu jam pasca pemberian MLC 901 untuk pertama kalinya, darah diambil kembali. Selanjutnya, MLC 901 diberikan kepada masing-masing hewan coba dengan dosis konversi 68,4 mg/hari hingga hari ke-14. Kemudian darah diambil kembali untuk mengukur VEGF pada hari ke-7 dan hari ke-14.
Pada hari ke-7 dan ke-14, kelompok treatment yang telah diberikan MLC901 memiliki tingkat VEGF yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perbedaan ini cukup signifikan. Pada kelompok treatment, tingkat VEGF menurun pada hari ke-14 dibandingkan hari ke-7. Sedangkan pada kelompok kontrol (placebo), VEGF justru lebih tinggi pada hari ke-14 dibandingkan hari ke-7.
Pada akhirnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa pemberian MLC901 dapat menurunkan permeabilitas vascular dengan mengurangi tingkat VEGF. MLC901 juga mempertahankan efek neuroprotektif yang diberikan oleh VEGF dengan mempertahankan level di atas level basal hingga hari ke 14.
Penulis: Muhammad Faris, dr., Sp.BS.
Link Jurnal: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35386787/





