Universitas Airlangga Official Website

Perkuat WCU, UNAIR Gelar FGD Bersama Universitas Syiah Kuala

SuasanA kegiatan FGD UNAIR bersama Universitas Syiah Kuala (foto: dok Pribadi)

UNAIR NEWSUniversitas Airlangga (UNAIR) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Universitas Syiah Kuala untuk penguatan program World Class University (WCU). Kegiatan FGD itu terselenggara pada Selasa (2/4/2024) di Ruang Sidang Pleno Balairua Kantor Manajemen, Kampus MERR-C.

Hadir dalam diskusi tersebut, Prof Dr Muhammad Miftahussurur MKes PhD FINASIM selaku Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi (IDI), Prof Dr Elly Munadziroh Direktur Pengembangan Karir, Inkubasi, Kewirausahaan dan Alumni, Dian Ekowati SE MSi Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan, Prof Hery Purnobasuki Ketua Ketua Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual, Yunus Abdul Halim SSi Direktur Sistem Informasi dan Digitalisasi, Dr Hamidah Ketua Badan Pengawas Internal, dan Dr Unggul Heriqbaldi Ketua UNAIR Satu Data.

Selain itu, hadir juga perwakilan Tim Equity Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari Prof Dr Muksin selaku Ketua Pelaksana Tim Equity, Prof Dr Mailizar Ketua Bidang Employer Reputation dan Alumni Outreach, Dr Kismullah SPd Ketua Internationalization in Teaching and Learning, Nurul Kamaly MAP Ketua Tim Sekretariat dan Perencanaan Equity,  Kana Puspita SPd MSiP Sekretaris Tim Equity. Abdul Chalid SKom Tim Keuangan Equity, dan Nadiatul Asa ST selaku Data Analis Tim Equity.

Prof Dr Muhammad Miftahussurur MKes PhD FINASIM dalam sambutannya mengatakan bahwa UNAIR menyambut baik kedatangan Tim Equity Universitas Syiah Kuala. Guru Besar Fakultas Kedokteran itu juga mengatakan bahwa Universitas Syiah Kuala merupakan saudara jauh bagi UNAIR karena hubungan baik serta kedekatan alumni dari kedua universitas.

“Alhamdulilah, terima kasih kepada tim Equity Universitas Syiah Kuala yang sudah berkunjung. Kami atas nama bapak rektor mengucapkan selamat datang kepada seluruh tim Syiah Kuala. Syiah Kuala ini merupakan saudara dekat bagi kami. Beberapa alumni kami di bidang penyakit dalam juga banyak di sana, sehingga Syiah Kuala itu bagi kami sangat dekat sekali dan mempunyai banyak hubungan baik.” terang Prof Miftah.

Prof Dr Muksin selaku Ketua Pelaksana Tim Equity mengtakan kedatangannya ke UNAIR untuk berdiskusi mengenai indikator WCU, pengelolaan dana Equity, penjelasan sistem one data UNAIR. dan cara meningkatkan employer reputation serta student exchange di universitas.

“Jadi tujuan kami kesini untuk belajar beberapa hal. Pertama, terkait perencanaan program WCU di USK. Kemudian kami juga ingin sejenak berdiskusi soal pengelolaan keuangan, terkait program mana yang masuk pendanaan equity dan pendanaan PTN BH. Kami juga ingin belajar xara menyusun program untuk meningkatkan ranking universitas. Jika memungkinkan kami juga ingin meminta sedikit penjelasan terkait sistem one data UNAIR,” katanya.

Hal itu disambut baik oleh Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan UNAIR, Dian Ekowati SE Msi. Ia menjelaskan bahwa UNAIR memiliki lima pilar strategis bernama SMART. Lima pilar ini menjadi indikator untuk menyusun berbagai program di tingkat fakultas dan universitas.

“Indikator WCU itu selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan strategis di UNAIR. Artinya setiap tahun kita akan selalu menggunakan indikator ini dalam membentuk seluruh perencanaan di universitas pada berbagai level,” paparnya.

“Di UNAIR kita punya pilar strategis yang kita bagi menjadi lima. Yaitu, SMART yang terdiri dari Sustainable education for all, Meaningful research and community service, Advancing innovation, enterprising, and Industry Linkages, Responsive and lean management, dan Topping up tangible and intangible resource utilization. Nah, dari situ nanti semua indikator akan muncul, totalnya kita punya 140 hingga 150 indikator untuk level fakultas. Dari situ juga program nanti akan disusun sesuai target yang kita berikan dan setiap tahun akan kita telaah capaiannya,” imbuhnya.

Setelah berdiskusi, UNAIR dan Universitas Syiah Kuala bersepakat akan mengadakan diskusi lebih lanjut di lain waktu. Utamanya untuk membahas sistem one data milik UNAIR yang memang belum sempat didiskusikan. Rencananya diskusi lanjutan akan digelar setelah libur hari raya Idulfitri.

“Baik terima kasih karena bapak sudah menyampaikan interest untuk berdiskusi dengan kami di tim satu data. Kami menyambut dengan sangat baik untuk bisa berbagi ilmu terkait bagaimana dulu proses reform di awal serta proses mengumpulkan resource karena data yang diperlukan tidak hanya dari dalam, tapi juga dari luar. Ya mungkin nanti kita bisa berdiskusi lagi di sesi lain yang khusus,” kata Dr Unggul Heriqbaldi selaku Ketua UNAIR Satu Data.

Penulis: Edwin Fatahuddin

Editor: Khefti Al Mawalia