Universitas Airlangga Official Website

Intip Keseruan Benkyoukai, Bekal Maba Sastra Jepang FIB UNAIR

Foto salah satu kelompok yang sedang melakukan sesi games sambung huruf hiragana di kegiatan Benkyoukai.

FIB NEWS – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) siap menyambut mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Sebagai wujud penyambutan tersebut, Hima Niseikai selaku organisasi mahasiswa di bawah naungan Prodi Bahasa dan Sastra Jepang, turut melaksanakan kegiatan pengenalan prodi kepada mahasiswa baru (maba) angkatan 2026 melalui kegiatan Benkyoukai Maba 2026.

Shaviera Ifani Firdausy, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Jepang angkatan 2025, sekaligus ketua pelaksana kegiatan tersebut, mengatakan kepada Humas Muda pada Jumat (24/7/26) bahwa kegiatan Benkyoukai Maba 2026 merupakan sebuah program kerja dari Departemen EPO (Education and Potential) Hima Niseikai yang bertujuan untuk mempersiapkan maba menjelang perkuliahan. Kegiatan ini telah berlangsung selama lima tahun.

“Dalam kegiatan ini, kami memperkenalkan huruf dasar bahasa Jepang (hiragana dan katakana), tata cara perkenalan diri, hingga materi bahasa Jepang dasar kepada maba 2026. Hal ini dilakukan agar maba bisa lebih siap dalam mengikuti perkuliahan dan tidak perlu belajar huruf-huruf dasar bahasa Jepang lagi,” ungkap Shaviera.

Sarana Membangun Relasi

Pada tahun ini, kegiatan Benkyoukai dilaksanakan pada Selasa (21/7/26) hingga Selasa (28/7/26) dan bertempat di ruangan 312 dan 307, Lantai 3 Gedung FIB UNAIR. Sebagai pembuka rangkaian Benkyoukai tahun ini, Hima Niseikai telah menyelenggarakan acara Welcome Party Maba 2026 pada Senin (20/7/26).

Pembelajaran di Benkyoukai tahun ini sama seperti tahun sebelumnya. Perbedaannya terletak pada penambahan sesi listening dan games di akhir pembelajaran. Tutor dari kegiatan benkyoukai ini merupakan volunteer dari mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Jepang angkatan 2024-2025.

“Selain belajar, maba juga diharapkan bisa membangun relasi dengan teman satu angkatannya dan juga kakak tingkat yang menjadi tutor dalam kegiatan Benkyoukai ini,” tutur Shaviera.

Peningkatan Kemampuan Mahasiswa

Pada setiap akhir sesi pembelajaran, diadakan post-test yang bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa baru setelah mendapatkan materi dari tutor. Beberapa hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan drastis antara nilai post-test dengan nilai pre-test yang dilakukan pada hari pertama Benkyoukai.

“Terjadi perubahan untuk mereka yang sebelumnya tidak pernah belajar bahasa Jepang, akhirnya menjadi paham dan mengerti. Lalu, untuk mereka yang sebelumnya telah belajar bahasa Jepang di SMA, adanya peningkatan pada kerapihan menulis,” jelas Shaviera.

Foto salah satu kelompok yang sedang melakukan pembelajaran dalam kegiatan Benkyoukai pada Jumat (24/7/26).

Harapan Selanjutnya

Shaviera berharap kegiatan Benkyoukai akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang, mengingat kegiatan ini merupakan pintu masuk menuju perkuliahan. Ia juga berharap bahwa kegiatan ini bisa bermanfaat bagi maba 2026.

“Semoga mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan Benkyoukai bisa terbantu dan mendapat gambaran tentang perkuliahan di Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR,” tutup Shaviera.

Kegiatan Benkyoukai Maba 2026 yang dilaksanakan oleh Hima Niseikai turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yakni Quality Education.

Penulis: Niken Dara Fesya

Editor: Gustyosih Chesta Pramesti