SURABAYA – Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga menangani kasus gangguan saluran kemih pada seekor anjing yang datang dengan keluhan kesulitan berkemih, sering merejan, serta mengalami penurunan nafsu makan. Kasus ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran klinis bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga yang sedang menjalani koasistensi di Divisi Klinik.
Saat pasien datang ke RSHP Universitas Airlangga, mahasiswa PPDH yang bertugas di poli melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik awal untuk mengevaluasi kondisi umum pasien. Hasil pemeriksaan kemudian dikonsultasikan kepada dokter hewan guna menentukan langkah diagnostik yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis.
Berdasarkan gejala klinis yang ditemukan, pasien menjalani pemeriksaan radiografi (X-ray) untuk mengevaluasi kondisi saluran kemih. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya batu saluran kemih (urolith) di dalam kandung kemih yang diduga menjadi penyebab gangguan berkemih pada pasien. Setelah mempertimbangkan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan penunjang, tim medis memutuskan bahwa tindakan bedah diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Tindakan operasi dilakukan oleh drh. Miyayu Soneta Sofyan, M.Vet. bersama tim medis veteriner dengan melibatkan mahasiswa PPDH sebagai bagian dari proses pembelajaran klinis. Prosedur yang dilakukan adalah cystotomy, yaitu tindakan pembedahan untuk membuka kandung kemih dan mengeluarkan batu yang terdapat di dalamnya.
Sebelum operasi dilakukan, pasien menjalani tahapan persiapan praoperatif yang meliputi pemeriksaan kondisi umum, persiapan area operasi, serta manajemen anestesi sesuai standar medis veteriner. Selama prosedur berlangsung, seluruh tahapan bedah dilakukan dengan menerapkan prinsip aseptik dan standar keselamatan pasien.
Melalui tindakan tersebut, batu saluran kemih berhasil dikeluarkan, kemudian dilakukan evaluasi ulang untuk memastikan tidak terdapat sisa material di dalam kandung kemih sebelum jaringan ditutup kembali sesuai prosedur bedah. Operasi berjalan dengan baik dan kondisi pasien tetap stabil selama proses pembedahan berlangsung.
Pascaoperasi, pasien menjalani perawatan dan pemantauan intensif di ruang rawat inap RSHP Universitas Airlangga. Mahasiswa PPDH bersama dokter hewan penanggung jawab melakukan monitoring kondisi pasien secara berkala, meliputi pengamatan tanda-tanda vital, kondisi luka operasi, tingkat kesadaran, nafsu makan, serta kemampuan berkemih. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami manajemen pasien pascabedah dan pentingnya evaluasi berkelanjutan selama masa pemulihan.
Selain penanganan medis, tim RSHP Universitas Airlangga juga memberikan edukasi kepada pemilik hewan mengenai upaya pencegahan terbentuknya batu saluran kemih. Edukasi meliputi pentingnya manajemen nutrisi yang tepat, penyediaan air minum yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menjaga kesehatan sistem urinaria hewan peliharaan.
Kegiatan penanganan kasus ini menunjukkan peran RSHP Universitas Airlangga sebagai fasilitas pelayanan kesehatan hewan sekaligus wahana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter hewan. Melalui keterlibatan langsung dalam penanganan kasus klinis, mahasiswa memperoleh pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi profesional di bidang kedokteran hewan.
Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan hewan, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran klinis berbasis kasus nyata bagi mahasiswa PPDH, serta SDG 15 (Life on Land) melalui dukungan terhadap kesejahteraan dan pemeliharaan satwa yang bertanggung jawab.
Divisi Klinik, Bryan Rahma Gunawan, PPDH Gelombang 43 Tandem 4 Kelompok 4A.




