UNAIR NEWS – Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya Ortopedi untuk membekali dokter hewan mengenai pemahaman permasalahan tulang, khususnya pada tulang kaki belakang bagian atas (femur) dan tulang kaki belakang bagian bawah (tibia fibula). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) di RSH UNAIR, Kampus MERR-C UNAIR.
Dalami Teknik Open Approach pada Femur dan Tibia-Fibula
Ketua pelaksana, Drh Simeon Marcellino Tantono, mengungkapkan bahwa pendekatan terbuka (Open Approach) penting untuk memberikan edukasi bagi dokter hewan mengenai ortopedi. Menurutnya, pemahaman ini menyangkut teknis dan prosedur saat melakukan operasi tulang, utamanya tulang bergerak pada hewan.
“Pendekatan terbuka lebih kepada teknis dan bimbingan atau bagaimana kita mulai ingin mengoperasikan tulang. Kita akan fokus pada tulang bergerak, kaki depan dan kaki belakang,” ungkapnya.
Sebelum tindakan operasi berlangsung, dokter hewan perlu memahami titik-titik permasalahan pada tulang. Pada bagian tulang kaki belakang yakni femur dan tibia-fibula, hal ini berkaitan dengan tindakan pembukaan atau bedah guna mencapai area tulang yang bermasalah.
“Seperti pada femur, bagian mana yang harus dibuka dan apa yang perlu diperhatikan? Lalu, pada tibia-fibula sebagai tulang bagian bawah tungkai belakang, bagaimana pendekatannya jika akan dibuka? Karena ada beberapa bagian tulang yang perlu kita buka sekaligus kita perhatikan pendekatannya,” imbuhnya.
Perkuat Kompetensi Dokter Hewan
Selain memfasilitasi dokter hewan dalam mengembangkan kompetensi dan menambah pengalaman di bidang ortopedi, kegiatan ini nantinya dapat membekali dokter hewan saat membuka praktik. Baik dokter yang telah tersertifikasi maupun yang hendak memulai pendalaman tentang bidang ortopedi.
“Saya berharap para dokter yang sudah berpengalaman atau baru mulai belajar ortopedi, jadi lebih paham atau bahkan bisa mengaplikasikannya di tempat masing-masing, di ruang praktik masing masing,” tuturnya.
Drh Simeon juga menitipkan amanah agar ilmu yang lahir dari kegiatan tersebut dapat bermanfaat hingga mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa hewan. Dengan adanya dokter hewan yang kompeten maka kesejahteraan hewan ikut terjamin.
“Jadi, hewan-hewan di Indonesia ini bisa lebih sejahtera jika dokter hewannya lebih kompeten,” pungkasnya.
Penulis: Amelia Farah Putri Iswara
Editor: Ragil Kukuh Imanto





