Dr Yoga Uta Nugraha saat menyampaikan materi bertajuk Gotong Royong Elektrifikasi Menyokong Transisi Energi pada Seminar Nasional Teknologi (SEMNATEK) 2026, Kamis (15/10/2026), di Auditorium Candradimuka, Lantai 9, Gedung Nano, Kampus C UNAIR

Teknologi Saja Tak Cukup, SEMNATEK 2026 Angkat Pentingnya Kolaborasi Energi

35 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Transisi energi membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dosen Teknik Elektro Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Yoga Uta Nugraha, ST MT menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak tersebut dalam pemaparan bertajuk Gotong Royong Elektrifikasi Menyokong Transisi Energi pada Seminar Nasional Teknologi (SEMNATEK) 2026, Kamis (15/10/2026), di Auditorium Candradimuka, Lantai 9, Gedung Nano, Kampus C UNAIR. 

Kolaborasi Menjaga Keberlanjutan Teknologi

Menurut Uta, pengembangan teknologi perlu bermula dengan riset yang mempertimbangkan potensi energi setempat, rancangan teknis, aspek ekonomi, serta kemampuan masyarakat dalam menggunakan dan merawat perangkat. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berhenti pada pemasangan alat, tetapi juga memperhatikan keberlanjutannya.

Airlangga Solar Shelter di Gili Iyang menjadi salah satu contoh penerapan energi surya yang melibatkan masyarakat. Keberlangsungan fasilitas pengisian daya tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pihak-pihak di luar pengembang teknologi.

“Tanpa ada kontribusi masyarakat, tentunya hal-hal tersebut tidak akan bisa terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi tidak cukup hanya dengan memasang dan menyerahkan perangkat kepada masyarakat. Pengembang juga perlu memberikan edukasi agar masyarakat mampu menggunakan dan merawat teknologi tersebut sehingga manfaatnya dapat masyarakat rasakan dalam jangka panjang.

Mengenalkan Energi Surya Sejak Sekolah

Selain penerapan teknologi, perguruan tinggi juga dapat memberikan kontribusi dengan melakukan edukasi. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Gili Iyang, tim FTMM UNAIR turut mengenalkan konsep energi surya kepada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) melalui demonstrasi mobil mini bertenaga surya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal cara kerja panel surya sekaligus bidang rekayasa atau engineering. Harapannya pengalaman itu dapat memperluas gambaran siswa tentang peluang mereka untuk menjadi insinyur dan mengembangkan teknologi, termasuk kendaraan listrik, pada masa depan.

Bagi Uta, upaya mendukung transisi energi dapat dimulai melalui kegiatan berskala kecil yang melibatkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa peluang kolaborasi untuk menerapkan teknologi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat masih terbuka luas. “Piloting sekecil apapun bisa dilakukan,” tegasnya.

Penulis: Katara Joy Kurniawan

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top