Universitas Airlangga Official Website

UKM Penalaran UNAIR Dorong Kepercayaan Diri Mahasiswa Lewat Workshop Public Speaking

M. Pradana Setyawan (kanan) selaku pembicara saat memberikan materi pada kegiatan Master Speaker (foto: Istimewa)
M. Pradana Setyawan (kanan) selaku pembicara saat memberikan materi pada kegiatan Master Speaker (foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Universitas Airlangga (UNAIR) terus berupaya untuk melatih kemampuan berbicara secara percaya diri dan efektif dengan menghadirkan program workshop bertajuk Master Speaker: Unlocking the Power of Your Voice yang terlaksana pada Minggu (10/5/2026) di GKB Kampus MERR-C UNAIR. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa public speaking penting untuk mahasiswa kuasai.

Kunci Penting Public Speaking

Selaku pembicara pertama, M. Pradana Setyawan menjelaskan pentingnya koordinasi tim saat melakukan presentasi kelompok. Menurutnya, keberanian untuk mencoba dan melihat kegagalan sebagai proses belajar dapat membantu seseorang berkembang.“Kalau presentasi tim, kalian harus saling koordinasi. Namun, kalau presentasi sendiri dan tiba-tiba bingung, kalian bisa meminta maaf kepada audiens, menenangkan diri, memberikan senyum terbaik, lalu kembali fokus pada materi yang akan disampaikan,” jelasnya.

Pradana menyebut terdapat dua prinsip utama dalam public speaking, yaitu Volume, Intonasi, Tempo, dan Artikulasi (VITA) serta Point, Reason, Example, Point (PREP). Menurutnya, kedua prinsip tersebut penting agar pesan dalam presentasi dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens. “VITA berguna untuk membantu menjaga kualitas penyampaian saat presentasi. Sementara itu, metode PREP dapat digunakan ketika kita bingung menentukan alur penyampaian materi. Sampaikan poin utama, alasan memilih topik tersebut, contoh yang relevan, lalu tutup dengan kesimpulan serta solusi,” tekannya.

Tips Pintar Public Speaking

Sejalan dengan Pradana, Vania Winola selaku pembicara kedua menekankan pentingnya public speaking di era sekarang. Menurutnya, era digital yang serba sederhana dan penuh kolaborasi dengan kemudahan komunikasi dapat menjadi nilai jual utama. “Mahasiswa harus tampil sebagai pemecah permasalahan dan bukan sekadar penonton saja. Kita punya media baru di era sekarang, seperti video, podcast, live Instagram, hingga webinar seperti saat ini,” imbuhnya.

Vania menegaskan bahwa berani memulai menjadi kunci penting pintar public speaking. Selain itu, kepercayaan diri dapat tumbuh dari latihan, bukan sekadar teori semata. “Coba kalian ngomong di depan kaca, cerita ke teman seperti lagi presentasi, atau jadi moderator di grup diskusi kecil. Kalian juga bisa cari tahu gaya bicara kalian seperti apa, selanjutnya gali keunikan tersebut agar nantinya jadi ciri khas tersendiri untuk kalian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vania memberikan beberapa tips, yakni kualitas konten yang harus terstruktur, jelas, punya nilai, hingga relevan. Kemudian, cara penyampaian dengan mimik wajah, gestur tubuh, intonasi, artikulasi, dan pandangan mata. “Kadang overthinking yang bikin belajar public speaking jadi susah. Sedikit tips dari aku, kalian bisa mulai dengan cerita atau pertanyaan untuk menarik perhatian audiens, buat secara terstruktur, gunakan gerakan tubuh, dan gunakan gaya khasmu,” pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto