Universitas Airlangga Official Website

UNAIR dan ANRI Jajaki Kerja Sama Penyelamatan Arsip Covid-19

Berlangsungnya proses audiensi dengan Tim ANRI (Foto: Istimewa)
Berlangsungnya proses audiensi dengan Tim ANRI (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) jajaki kerja sama penyelamatan arsip Covid-19. Kunjungan Deputi Bidang Konservasi ANRI, Dr Kandar MAP bersama tim pada Kamis (2/11/2023) menjadi penanda penjajakan kerja sama itu. Sekretaris UNAIR, Dr Koko Srimulyo Drs MSi menerima langsung kunjungan Tim ANRI di Ruang Balairua, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR.

Kunjungan Tim ANRI bertujuan untuk menggelar audiensi dan wawancara sejarah lisan dengan UNAIR sebagai narasumber. Beberapa pihak dari UNAIR terlibat langsung dalam wawancara, misalnya Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh selaku Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih (INAVAC) dan dr Wiwin Is Effendi SpP(K) PhD selaku Sekretaris Satgas Covid-19 UNAIR. Turut terlibat pula Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development sekaligus Koordinator Riset Pengembangan Vaksin Merah Putih dan Prof Dr Endang Dewi Masitah Ir MP selaku Direktur Sumber Daya Manusia UNAIR.

Terpilihnya UNAIR

Terpilihnya UNAIR sebagai narasumber audiensi oleh Tim ANRI tentu bukan tanpa alasan. Selama ini, UNAIR telah menunjukkan berbagai kontribusi dan prestasi dalam penanganan Covid-19. 

Di bidang kearsipan misalnya, Nita Fitrisiah selaku perwakilan Bidang Kearsipan UNAIR menuturkan bahwa UNAIR berhasil menggelar pameran arsip Covid-19 pada awal tahun ini. Pameran arsip yang terselenggara di Balai Pemuda, Alun-Alun Kota Surabaya itu sukses mendatangkan lebih dari 3000 pengunjung. 

“Tanggal 1 hingga 12 Januari lalu, kami mengadakan pameran arsip Pandemi Covid-19 di Balai Pemuda Alun-Alun Surabaya dan sukses mendatangkan 3000 lebih pengunjung. Pameran ini juga bentuk implementasi SDGs (Sustainable Development Goals) bidang pendidikan khususnya berkaitan dengan informasi Covid-19,” tuturnya dalam wawancara daring, Senin (6/11/2023).

Kemudian, pada tahun ini pula, ARSIP UNAIR meraih akreditasi AA (istimewa) dari ANRI. Hal ini tentu menjadi pertimbangan khusus bagi ANRI untuk memilih UNAIR sebagai narasumber audiensi. “Di tahun ini, Kearsipan UNAIR meraih akreditasi istimewa di bawah binaan ANRI. Selain itu, UNAIR juga telah meraih berbagai penghargaan dalam hal penanganan Pandemi Covid-19,” ujarnya.

 Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi bersama Tim ANRI (Foto: Istimewa)

Kontribusi UNAIR

Sementara itu, di bidang kesehatan, kiprah dan kontribusi UNAIR dalam penanganan Pandemi Covid-19 juga telah mendapatkan pengakuan berbagai pihak. Rumah Sakit UNAIR (RSUA) misalnya, berhasil menyabet penghargaan dari Gubernur Jawa Timur berkat kontribusinya sebagai rumah sakit rujukan selama pandemi.

Tak hanya itu, pada peringatan Hari Ulang Tahun ASEAN ke-54, UNAIR terpilih sebagai kampus paling berkontribusi dalam penanganan Covid-19 di tingkat ASEAN. Kontribusi dan prestasi itu tentu saja semakin memantapkan Tim ANRI untuk menggandeng UNAIR sebagai narasumber audiensi.

Adanya penjajakan kerja sama bersama ANRI ini dapat membantu UNAIR dalam mengembangkan keilmuan kearsipan untuk menyajikan informasi seluas-luasnya bagi publik. Selain itu, penjajakan ini harapannya dapat menjadi sarana bagi UNAIR untuk ikut serta merawat memori kolektif bangsa Indonesia.

“Kami berharap pembinaan oleh ANRI untuk penyelenggaraan kearsipan perguruan tinggi sesuai NSPK (norma, standar, prosedur dan kriteria) terus meningkat. Dengan begitu, secara otomatis kami dapat meningkatkan akreditasi dan mengembangkan keilmuan kearsipan. Selain itu, semoga UNAIR dapat ikut menjaga memori kolektif untuk bangsa Indonesia, selaras dengan tema Gerakan Kearsipan Nasional,” tutupnya.

Penulis: Yulia Rohmawati

Editor: Feri Fenoria