UNAIR NEWS – Empat mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil lolos ke tahap nasional Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 kategori Penalaran dan Desain Poster (PDP) melalui karya poster digital yang mengangkat bahaya mikroplastik bagi kesehatan keluarga. Tim Bisa Jadi yang terdiri atas Ulfa Suci Ayuwijaya, Benita Alexandra Menajang, Hawa Syahirah Thifal, dan Shinta Putri Maharani, melalui pendekatan storytelling visual berupaya menghubungkan pencemaran laut dengan masuknya mikroplastik ke rantai makanan manusia.
Hubungkan Pencemaran Laut dengan Kesehatan Keluarga
Tim mengembangkan karya berdasarkan kekhawatiran terhadap bahaya mikroplastik yang masih kurang dipahami masyarakat. Mereka menyoroti bagaimana sampah plastik yang mencemari perairan dapat terurai menjadi partikel mikro dan masuk ke tubuh manusia melalui makanan. Hal tersebut menjadi pemantik utama tim untuk mengangkat isu ke dalam karya, guna mengubah cara pandang masyarakat dari sekadar isu pencemaran lingkungan menjadi ancaman nyata di ranah domestik
Dalam prosesnya, tim menelusuri perjalanan mikroplastik dari lingkungan perairan hingga mencapai konsumen. Mereka kemudian mengemas alur tersebut dalam satu rangkaian visual agar hubungan antara pencemaran laut dan kehidupan sehari-hari dapat dipahami secara lebih dekat oleh audiens.
“Kami mengembangkan inovasi poster digital berbasis storytelling visual yang persuasif. Berfokus pada alur pencemaran mikroplastik dari laut hingga ke meja makan. Inovasi poster ini hadir untuk menyadarkan publik bahwa pencemaran tersebut telah masuk ke dalam rantai makanan dan mengancam kesehatan keluarga sehari-hari secara langsung,” ungkap Benita.
Lebih lanjut, Hawa menjelaskan bahwa tim mengembangkan gagasan dengan menelusuri hubungan sebab-akibat dari pencemaran laut hingga dampaknya bagi masyarakat. Tidak hanya mengangkat isu sampah laut secara umum. “Gagasan untuk mengaitkan pencemaran laut global dengan ancaman kesehatan keluarga di meja makan inilah yang menjadi poin kebaruan dan daya tarik utama poster kami hingga berhasil lolos ke tingkat nasional,” pungkasnya.
Perluas Edukasi Mikroplastik lewat #SebelumTersaji
Setelah membawa isu mikroplastik ke dalam karya poster, tim kemudian memperluas pesan edukasinya melalui kampanye sosial #SebelumTersaji. Kampanye tersebut menjadi langkah lanjutan tim untuk membawa isu pengelolaan sampah plastik lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam lingkup keluarga.
“Kami akan melanjutkan gerakan kampanye sosial kami yang bertajuk #SebelumTersaji. Melalui gerakan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat luas untuk mengubah kebiasaan buruk terkait pengelolaan sampah plastik,” jelas Hawa.
Mereka menargetkan kampanye tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, membangun kebiasaan pengelolaan sampah plastik dari rumah. Dengan demikian, #SebelumTersaji diharapkan menjadi ajakan bagi masyarakat untuk mempertimbangkan dampak sampah plastik sebelum sampai pada tahap konsumsi.
Penulis: Katara Joy Kurniawan
Editor: Ragil Kukuh Imanto








