Dr dr Abdullah Machin SpN Subsp NKI(K) memaparkan materi EMT, Jumat (16/10/2-26). (Foto: AGT UNAIR)

GARKA dan IKA UNAIR Perkuat Kesiapan Tanggap Bencana melalui Pembentukan EMT

35 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Lonjakan kebutuhan layanan medis saat bencana menuntut kesiapan tenaga kesehatan dan sistem pendukung yang terkoordinasi. GARKA bersama Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) membentuk Emergency Medical Team (EMT) untuk memperkuat kesiapan respons medis dalam situasi darurat.

Kegiatan berlangsung pada Jumat (16/10/2026) di Hall Amerta Lantai 4, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR. Dr dr Abdullah Machin SpN Subsp NKI(K), dari Community Services IKA UNAIR menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi upaya menyinergikan kompetensi tenaga kesehatan dan sumber daya dalam penanganan bencana.

Dr Abdullah menjelaskan, pembentukan EMT memerlukan kesiapan klinis dan operasional, bukan sekadar pembentukan struktur organisasi. Terdapat lima pilar utama yang menjadi perhatian, yakni personel, layanan, logistik, keselamatan, dan koordinasi.

Personel harus memiliki kompetensi dan kesiapan yang memadai. Selain itu, perlindungan keselamatan personel dan koordinasi yang terarah diperlukan untuk memastikan aktivasi tim, rujukan, serta pelaporan berjalan baik. “Dengan begitu, EMT akan siap secara klinis dan operasional saat menghadapi bencana,” ujarnya.

Selain itu, dukungan logistik, mulai dari obat-obatan, peralatan medis, hingga kebutuhan air dan sanitasi, turut menunjang kelancaran pelayanan di lapangan. Seluruh aspek tersebut diperlukan agar tim dapat merespons kebutuhan medis sesuai kondisi dan tingkat kedaruratan bencana.

Selain kesiapan sumber daya, EMT memerlukan tata kelola yang jelas. Menurut Dr Abdullah, pembagian peran, koordinasi lintas sektor, serta standar operasional perlu dipastikan sebelum pelaksanaan dan pengembangan.

Sejalan dengan Dr Abdullah, Rizki Daniarto selaku perwakilan IKA UNAIR Sidoarjo menyambut positif pembentukan EMT. “Sebagai perguruan tinggi memang harus berada di garda terdepan dalam penanganan kebencanaan seperti ini. Namun perlu diperhatikan tata kelolanya, perkuat koordinasi agar pada saat di lapangan tidak terjadi kebingungan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar protokol EMT dibukukan sebagai pedoman bersama yang memuat standar operasional prosedur secara jelas. Pedoman tersebut diharapkan mempertegas pembagian tanggung jawab dan alur koordinasi. Sehingga kolaborasi GARKA dan IKA UNAIR dapat mendukung respons medis bencana yang lebih strategis.

Penulis: Vaneza Ika Artamevia 

Editor: Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top