Tim Thymoeugennano berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) melalui inovasi Nano-Film Forming Spray untuk penanganan luka terinfeksi MRSA. (Dok. Ditmawa Universitas Airlangga)

Tim Thymoeugennano UNAIR Lolos PIMNAS lewat Inovasi Nano-Film Forming Spray

51 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Tim Thymoeugennano dari Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) melalui inovasi Nano-Film Forming Spray untuk penanganan luka terinfeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Inovasi ini mengombinasikan thymoquinone dari jintan hitam dan eugenol dari cengkeh dengan basis D-glukosamin.

Kembangkan Inovasi untuk Menghadapi Resistensi Antibiotik

Karya mereka berjudul “Nano-Film Forming Spray Berbasis D-glukosamin Teremediasi Thymoquinone dan Eugenol untuk Remodelling Luka Terinfeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)”. Kelima mahasiswa yang mengembangkan karya tersebut yaitu Adib Fardanfath Arighi sebagai ketua tim, bersama Alya Najwa Azizah, Muhammad Farrel Fikriansyah, Vannessa Wahyu Stevany, dan Azyyati Zata Yumni. Kelimanya berasal dari Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam, Universitas Airlangga. Ibu Maya Nurwartanti, drh., M.Si. juga turut andil sebagai dosen pendamping.

Penelitian ini berangkat dari persoalan resistensi antibiotik yang dapat mempersulit penanganan infeksi, termasuk pada luka. Tim memilih thymoquinone dan eugenol karena kedua senyawa tersebut memiliki potensi aktivitas biologis yang relevan untuk diteliti.

“Kami memilih topik ini karena resistensi antibiotik merupakan tantangan penting dalam penanganan infeksi, termasuk pada luka,” ujar Muhammad Farrel Fikriansyah.

Kedua senyawa tersebut berkombinasi dalam sistem Nano-Film Forming Spray berbasis D-glukosamin. Keunikan penelitian terletak pada integrasi senyawa aktif dan sistem penghantaran dalam satu formulasi yang dikaji potensinya untuk mendukung penanganan luka terinfeksi MRSA.

Proses Penelitian dan Tantangan Pengembangan

Tim Thymoeugennano mulai mengembangkan gagasan penelitian pada November 2025. Prosesnya berawal dengan identifikasi permasalahan dan studi literatur, berlanjut dengan penyusunan proposal, persiapan bahan, pengembangan formulasi, pengujian laboratorium, analisis data, serta penyusunan laporan.

Salah satu tantangan yang tim hadapi ialah menghasilkan formulasi dengan karakteristik fisik yang sesuai sekaligus memenuhi kebutuhan pengujian biologis. Tim mengatasi tantangan tersebut melalui diskusi, penelusuran literatur, evaluasi hasil pengujian, serta penyempurnaan metode dan formulasi.

“Kami menghadapinya melalui pembagian tugas, diskusi rutin, penelusuran literatur pendukung, evaluasi hasil pengujian, serta perbaikan metode dan formulasi berdasarkan temuan yang diperoleh,” jelas Farrel.

Persiapan Menuju PIMNAS

Untuk menghadapi PIMNAS, tim mempersiapkan materi presentasi dan poster, memperdalam pemahaman mengenai metode serta hasil penelitian, dan melakukan simulasi tanya jawab untuk mengantisipasi pertanyaan dewan juri.

Tim berharap inovasi ini dapat menjadi dasar pengembangan alternatif sediaan topikal untuk membantu penanganan luka terinfeksi bakteri resisten antibiotik. Namun, penelitian masih memerlukan evaluasi lanjutan untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan stabilitas formulasi sebelum penerapan secara luas.

Melalui PIMNAS, Tim Thymoeugennano menargetkan hasil kompetisi terbaik sekaligus ingin mempertanggungjawabkan penelitian secara ilmiah dan memperkenalkan potensi inovasinya kepada masyarakat.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top