Tim HEMO-CHECK berhasil menorehkan prestasi dalam ajang NEXUS (National Essay and Expression Union for Scholars) 2026. Tim ini meraih Juara 3 dan Gold Medal pada kompetisi yang diselenggarakan di Yogyakarta, (26/10/2026). (Dok. Tim HEMO-CHECK)

Mahasiswa Kesmas FIKKIA UNAIR Raih Gold Medal dan Juara 3 NEXUS 2026 lewat Inovasi Skrining Anemia

164 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih Gold Medal dan Juara 3 dalam kompetisi National Essay and Xpression Union for Scholars (NEXUS) 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 di Universitas Ahmad Dahlan.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Adinda Rizki Novia Tamara, Destrywan Marito Parapat, dan Farha Ramadani. Mereka mengusung esai berjudul “Hemcheck: Digital Screening Anemia Non-Invasif Berbasis Optical Colorimetry Analysis dan Photoplethysmography Smartphone guna Akselerasi Pencegahan Stunting Hulu di Indonesia”.

Usung Inovasi Skrining Anemia Berbasis Smartphone

Gagasan HEMO-CHECK berangkat dari keterkaitan anemia pada remaja putri dan ibu hamil dengan risiko stunting. Tim melihat anemia sebagai bagian dari rantai masalah kesehatan yang perlu dicegah sejak hulu. Anemia pada ibu dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau prematur, yang berkaitan dengan risiko stunting.

Di sisi lain, skrining anemia masih menghadapi keterbatasan akses karena bergantung pada alat fisik dan fasilitas kesehatan. Melalui esai ini, tim menawarkan pendekatan skrining non-invasif dengan memanfaatkan analisis citra konjungtiva dan photoplethysmography (PPG) melalui smartphone.

“Keunggulan HEMO-CHECK terletak pada pendekatannya yang non-invasif, sehingga skrining dapat dilakukan tanpa pengambilan darah. Inovasi ini juga lengkap dengan fitur pemantauan hasil skrining, pengingat konsumsi tablet tambah darah (TTD), serta sistem rujukan berbasis kode QR. Selain itu, kami merancang pendekatan offline-first agar inovasi ini berpotensi menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” jelas Adinda. 

Lewati Seleksi Nasional hingga Tahap Presentasi

Perjalanan tim bermula dari identifikasi masalah dan kajian literatur mengenai metode skrining anemia non-invasif. Anggota tim membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing, menyusun gagasan, menyatukan naskah, dan melakukan revisi berulang.

Setelah mengumpulkan esai, mereka bersaing dengan ratusan karya lain melalui seleksi daring dan pemeriksaan Turnitin. Tim juga menyusun poster untuk nominasi favorite poster dan kebutuhan presentasi semifinal.

Pada tahap semifinal, peserta mempresentasikan gagasan secara luring selama empat menit, lalu berlanjut dengan sesi tanya jawab selama tiga menit. Finalis dari setiap subtema kemudian kembali berkompetisi untuk memperebutkan posisi juara.

Dorong Inovasi Kesehatan Masyarakat

Tim berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan yang menjawab permasalahan kesehatan di masyarakat. Mereka juga berharap HEMO-CHECK dapat terus mendapat pengembangan untuk mendukung skrining anemia dan pencegahan stunting sejak hulu.

“Jangan takut mencoba, karena ide sederhana yang dikerjakan serius bisa berdampak besar,” pesan Adinda bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti kompetisi dan berkontribusi melalui inovasi.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top