Suasana kegiatan pengabdian masyarakat FIB UNAIR bertajuk “Pelatihan Mendongeng bagi Ibu-Ibu sebagai Strategi Pencegahan Kecanduan Gadget pada Anak-Anak”berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, dengan melibatkan para ibu PKK sebagai peserta pelatihan (foto: narasumber)

Lewat Pelatihan Mendongeng Ibu-Ibu PKK, FIB UNAIR Hidupkan Kembali Literasi Anak  

130 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Mendongeng bagi Ibu-Ibu sebagai Strategi Pencegahan Kecanduan Gadget pada Anak-Anak”. Kegiatan ini diprakarsai oleh tim pengabdian masyarakat FIB UNAIR sebagai upaya menghidupkan kembali kebiasaan mendongeng dan sarana literasi. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, dengan melibatkan para ibu sebagai peserta pelatihan mendongeng.

Kekhawatiran akan tingginya intensitas penggunaan gadget dapat berakibat mengurangi interaksi langsung antara orang tua dan anak. Melalui pelatihan ini, kesadaran akan pentingnya peran mendongeng sebagai bagian dari aktivitas keseharian keluarga serta peran cerita sebagai media interaksi, pengenalan literasi, dan stimulasi imajinasi anak sejak dini menjadi hal krusial. 

Mendongeng sebagai Sarana Literasi

Ketua tim pelaksana, Dra Dwi Handayani MHum menyebut bahwa kegiatan mendongeng perlu kembali muncul di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kebiasaan mendongeng yang dahulu kerap orang tua lakukan mulai berkurang seiring dengan meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak. “Kegiatan mendongeng ini sebagai salah satu bentuk literasi masyarakat yang perlu digalakkan kembali,” ungkapnya.

Tim memperkenalkan kembali aktivitas mendongeng sebagai kepada para ibu sebagai alternatif kegiatan bersama anak. Selain menghadirkan hiburan, dongeng turut bermanfaat untuk membangun komunikasi, memperkenalkan kosakata, serta menumbuhkan ketertarikan anak terhadap literasi. Harapannya, pendekatan tersebut dapat mendorong terciptanya interaksi yang lebih bermakna antara orang tua dan anak tanpa selalu bergantung pada perangkat digital.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan baik oleh Kepala Desa Cerme Lor dan Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya para ibu, dalam membangun kebiasaan literasi di lingkungan keluarga.

Mendorong Peran Ibu dalam Literasi Anak

Ketua Tim dari PKK Desa Cerme Lor, Nur Farida, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut memberikan inspirasi bagi para ibu untuk kembali menerapkan kegiatan mendongeng bersama anak-anak di rumah. “Setelah mengikuti kegiatan mendongeng ini, kami semua terinspirasi untuk mendongeng untuk anak-anak di rumah supaya tidak ketergantungan pada gadget. Sekaligus, menambah informasi dan memperkenalkan literasi kepada anak-anak untuk masa depannya,” tuturnya.

Penguatan literasi keluarga dapat bermula dari aktivitas sederhana yang melibatkan orang tua secara langsung. Mendongeng menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat FIB UNAIR dengan ketua tim Dra Dwi Handayani MHum dan beranggotakan Bea Anggraini SS dan Eni Sugiarti SS MHum. Pada pelaksanaan pelatihan ini turut hadir juga oleh Wakil Dekan II FIB UNAIR, Dr Listiyono Santoso SS MHum. Selain itu, menghadirkan Novita Rully Anggraeny SHum MPd sebagai narasumber yang merupakan alumni sekaligus pendongeng untuk mendukung penyampaian materi dan praktik mendongeng kepada peserta. Turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini mahasiswa magister Ilmu Linguistik, yaitu Puput Dwi Setyo Rini dan mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di antaranya Vera Audicha Putri, Talitha Nadya Yumna, dan Mohammad Adif Albarado.

Lewat gelaran ini, tim berharap penerapan praktik mendongeng dapat secara berkelanjutan di lingkungan keluarga. Selain itu, meluas ke desa-desa lainnya, terutama dengan melibatkan para ibu usia produktif. Harapannya upaya tersebut mampu memperkuat peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak sekaligus membangun kebiasaan literasi sejak usia dini.

Secara khusus, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui penguatan literasi anak dan peningkatan peran orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak.

Penulis: Puput Dwi Setyo Rini

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top