UNAIR NEWS – Mengusung tema Future Skills, Global Minds, The 7th ASEAN University Network-Student Affairs Network (AUN-SAN) dan 2nd VOX (Voice, Opportunity, and eXchange) menjadi wadah bagi perguruan tinggi di ASEAN untuk bertukar gagasan dalam menghadapi berbagai tantangan global. Sejumlah isu strategis, mulai dari literasi kecerdasan artifisial (AI) hingga keberlanjutan, menjadi bahasan dalam kegiatan tahunan yang diinisiasi ASEAN University Network (AUN) tersebut.
Sebelumnya, Kamis (3/9/2026), delegasi mahasiswa yang tergabung dalam VOX Meeting terbagi ke dalam sejumlah kelompok untuk berdiskusi dan menyusun berbagai gagasan. Pembahasan berfokus pada delapan isu, yakni AI Literacy for Tomorrow’s Workforce; Employability in the Age of Automation; Cross-Cultural Competence for Global Careers Building; Digital Technology as a Catalyst for Social Impact; Global Mobility and Borderless Learning; Green Skills and Sustainable Innovation; Student Networks as Engines of Innovation; serta Ethics, Inclusion, and Responsible Use of AI.
Pengembangan Mahasiswa
Memasuki hari ketiga, Jumat (4/9/2026), delegasi AUN-SAN membahas keberlanjutan program pengembangan generasi muda. Pada kesempatan yang sama, delegasi mahasiswa dalam VOX Meeting mempresentasikan gagasan yang telah mereka susun di hadapan para delegasi AUN-SAN. Kedua agenda tersebut berlangsung di Ruang Amerta, Lantai 4, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C.

Perwakilan Sekretariat AUN-SAN, Zahril Anwar Malek Abdol Hamid, menuturkan bahwa penyelenggaraan AUN-SAN dan VOX Meeting tahun ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Sebanyak 30 universitas anggota terlibat dalam program tahunan tersebut dengan membahas berbagai isu kemahasiswaan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa.
AUN-SAN yang berisikan delegasi di bidang student affair department masing-masing universitas mendiskusikan persoalan-persoalan yang menyangkut kemahasiswaan. “Kami bekerja dalam hal tersebut, membahas hal khusus terkait kemahasiswan. Termasuk program, praktik baik, yang bisa kami jalankan bersama untuk kesejahteraan mahasiswa di semua universitas anggota,” jelasnya.
Agenda ke Depan
Lebih lanjut, Zahril yang bertugas mengkoordinasikan program tersebut turut mengapresiasi pelaksanaan AUN-SAN dan VOX Meeting di UNAIR. Dosen Universiti Utara Malaysia (UUM) itu menilai fasilitas serta koordinasi yang UNAIR berikan selama kegiatan, berlangsung sangat baik.
“Kami sangat bersyukur bahwa UNAIR bersedia menjadi tuan rumah AUN-SAN dan VOX Meeting. Fasilitas dan pelayanan yang diberikan sangat bagus. Mereka sangat membantu banyak,” imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, ditetapkan sejumlah perguruan tinggi yang akan menjadi tuan rumah program AUN-SAN mendatang. The 9th ASEAN Student Leaders Forum (ASLF) akan diselenggarakan di Universiti Malaya. Sementara itu, 5th ASEAN Experiential Learning Program (AELP) akan berlangsung di Universiti Brunei Darussalam. Adapun The 8th AUN-SAN Meeting dan 3rd VOX Meeting akan terselenggara di Nanyang Technological University (NTU).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, AUN-SAN dan VOX Meeting tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan antarperguruan tinggi di ASEAN, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tantangan global di masa mendatang.
“Kami berharap melalui program ini, relasi antar perguruan tinggi, termasuk para mahasiswanya, akan terus berlanjut,” pungkasnya.
Penulis: Yulia Rohmawati





