Membaca Ulang Sosok Lelaki Jawa di Mata Belanda
“Lelaki Jawa terlalu halus, terlalu diam, dan tidak tegas.” Kira-kira demikianlah kesan yang diperoleh dari berbagai tulisan kolonial Belanda. Gambaran itu tidak hanya muncul dalam laporan administrasi pemerintahan, tetapi juga mengendap dalam karya sastra yang selama puluhan tahun membentuk cara dunia membaca masyarakat Jawa. Padahal, benarkah lelaki Jawa memang lemah, pasif, dan tidak berani? Ataukah
