Universitas Airlangga Official Website

Mengapa CEO dari Dalam Perusahaan Lebih Mampu Mendorong Keberlanjutan?

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari besarnya keuntungan yang dihasilkan. Investor, pemerintah, dan masyarakat kini juga memperhatikan bagaimana perusahaan mengelola dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance/ESG). Pertanyaannya, siapa yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan perusahaan mencapai tujuan tersebut?

Penelitian kami menunjukkan bahwa salah satu jawabannya terletak pada sosok pemimpin perusahaan. CEO yang berasal dari dalam perusahaan (insider CEO) terbukti mampu meningkatkan kinerja keberlanjutan perusahaan secara lebih efektif dibandingkan CEO yang direkrut dari luar organisasi. Temuan ini diperoleh dari analisis terhadap lebih dari 4.000 observasi perusahaan non-keuangan di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura selama periode 2018–2024.

Mengapa CEO internal memiliki keunggulan? Jawabannya sederhana. Mereka telah memahami budaya organisasi, mengenal kekuatan dan kelemahan perusahaan, serta memiliki jaringan kerja yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Pengetahuan tersebut membuat mereka mampu mengambil keputusan strategis yang lebih selaras dengan tujuan jangka panjang perusahaan, termasuk dalam menjalankan agenda keberlanjutan.

Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan internal saja tidak cukup. Pengaruh positif CEO internal terhadap kinerja ESG ternyata sebagian besar bekerja melalui kemampuan perusahaan untuk berinovasi. Ketika CEO mampu mendorong inovasi, baik dalam pengembangan produk, proses produksi, maupun teknologi yang lebih ramah lingkungan, maka perusahaan akan lebih mudah meningkatkan performa keberlanjutannya. Dengan kata lain, inovasi menjadi jembatan yang menghubungkan kepemimpinan dengan keberhasilan ESG.
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa pengalaman internasional CEO juga memiliki peran penting. CEO yang pernah belajar atau bekerja di luar negeri cenderung memiliki wawasan yang lebih luas mengenai praktik bisnis global, standar ESG internasional, dan berbagai pendekatan inovatif dalam menghadapi tantangan keberlanjutan. Kombinasi antara pemahaman mendalam terhadap perusahaan dan perspektif global menghasilkan kepemimpinan yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis yang semakin kompleks.
Temuan ini membawa beberapa implikasi penting. Bagi dewan direksi, proses pemilihan CEO sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kemampuan manajerial, tetapi juga pengalaman organisasi dan paparan internasional calon pemimpin. Bagi perusahaan, investasi pada kegiatan riset dan inovasi tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga memperkuat pencapaian target keberlanjutan. Sementara itu, bagi pembuat kebijakan di negara berkembang, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mendorong pengembangan kompetensi global para eksekutif sekaligus menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi perusahaan.

Pada akhirnya, keberlanjutan perusahaan bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi atau menyusun laporan ESG. Keberlanjutan adalah hasil dari kepemimpinan yang memahami organisasi, mampu membangun inovasi, dan memiliki perspektif global dalam menghadapi tantangan masa depan. Perusahaan yang berhasil menggabungkan ketiga unsur tersebut akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Oleh: Fitriani Sardju dan La Ode Sabaruddin

Sumber: Sardju, F., & Sabaruddin, L. O. (2026). From insider leadership to sustainable firm performance: Exploring the role of corporate innovation and CEO foreign experience. Business Strategy & Development, 9, e70380. https://doi.org/10.1002/bsd2.70380