Universitas Airlangga Official Website

Meningkatkan Regulasi Perhatian pada ADHD melalui Serious Games: Tinjauan Naratif tentang Mekanisme Neurokognitif dan Implikasi Klinis

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Artikel ini mengulas potensi serious games sebagai intervensi digital untuk meningkatkan regulasi perhatian pada anak dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD merupakan gangguan neurodevelopmental yang ditandai oleh kombinasi gejala inatensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas, yang berdampak luas pada performa akademik, kemampuan sosial, dan aktivitas sehari-hari. Prevalensi globalnya diperkirakan mencapai 5–7% pada anak usia sekolah, menjadikannya salah satu kondisi kesehatan mental anak yang paling sering ditemui. Salah satu defisit kognitif paling mencolok pada ADHD adalah gangguan regulasi atensi, yang mencakup kemampuan mempertahankan fokus, mengelola distraksi, dan melakukan tugas dengan tujuan yang jelas. Defisit ini berkaitan erat dengan fungsi eksekutif, yang didukung oleh jaringan saraf fronto-striatal dan fronto-parietal, termasuk dorsolateral prefrontal cortex (DLPFC). Anak dengan ADHD menunjukkan berbagai perubahan struktural dan fungsional dalam jaringan ini, serta disregulasi dopaminergik yang memengaruhi motivasi dan pemrosesan reward.

Meskipun terapi farmakologis dan perilaku merupakan pendekatan utama dalam penatalaksanaan ADHD, keduanya memiliki keterbatasan, terutama terkait kemampuan meningkatkan fungsi kognitif mendasar, termasuk perhatian berkelanjutan dan kontrol atensi. Tantangan terkait kepatuhan, aksesibilitas, dan keterlibatan anak sering muncul dalam praktik sehari-hari, sehingga diperlukan pendekatan komplementer yang lebih menarik dan adaptif. Dalam konteks ini, serious games muncul sebagai inovasi yang mampu menggabungkan elemen hiburan dengan tujuan terapeutik melalui lingkungan digital yang interaktif dan menarik.

Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa serious games dapat meningkatkan regulasi atensi melalui beberapa mekanisme. Adaptive gameplay memungkinkan tingkat kesulitan menyesuaikan kemampuan pemain secara dinamis, sehingga menciptakan tantangan optimal yang menjaga motivasi tanpa menimbulkan frustasi. Umpan balik multisensorik—meliputi sinyal visual, suara, dan respons real-time—memberikan scaffolding eksternal yang membantu mempertahankan fokus. Sementara itu, sistem penguatan berbasis poin, level, dan penghargaan membantu meningkatkan motivasi intrinsik dan mengompensasi sensitivitas reward yang terganggu pada anak dengan ADHD.

Sejumlah penelitian melaporkan peningkatan perhatian berkelanjutan, kontrol atensi, ketekunan dalam tugas, serta penurunan distraktibilitas setelah mengikuti intervensi serious game. Selain perubahan kognitif, beberapa studi juga menunjukkan perbaikan perilaku yang relevan dengan fungsi sehari-hari, seperti peningkatan penyelesaian tugas dan keterlibatan dalam aktivitas kelas. Temuan tersebut sejalan dengan teori neuroplastisitas yang menyatakan bahwa latihan kognitif berulang dapat memperkuat jalur saraf yang terlibat dalam fungsi eksekutif.

Walaupun hasilnya menjanjikan, efektivitas serious games masih dipengaruhi oleh desain permainan, durasi intervensi, karakteristik individu, dan konteks implementasi. Tantangan seperti risiko overstimulasi, kebutuhan supervisi, serta belum jelasnya transfer efek ke kehidupan sehari-hari menjadi perhatian penting. Bukti terkait keberlanjutan manfaat jangka panjang juga masih terbatas.

Dengan demikian, serious games berpotensi menjadi alat komplementer yang bernilai dalam kerangka biopsikososial penanganan ADHD. Intervensi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi utama, tetapi dapat melengkapinya dengan menyediakan platform latihan kognitif yang menarik, adaptif, dan mudah diakses. Penelitian lanjutan dengan desain yang lebih ketat, sampel lebih besar, dan evaluasi jangka panjang diperlukan untuk memperjelas efektivitas dan aplikasinya dalam praktik klinis maupun edukatif.

Penulis: Dr. Yunias Setiawati, dr.,Sp.K.J(K)

Artikel ini dapat dilihat di https://www.ijscia.com/enhancing-attention-regulation-in-adhd-through-serious-games-a-narrative-review-of-neurocognitive-mechanisms-and-clinical-implications/