Ikan barb foil (Barbonymus schwanefeldii) adalah salah satu spesies ikan asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi sebagai ikan konsumsi dan hias. Spesies ini juga ditemukan di Kawasan Ekosistem Leuser, khususnya Sungai Keureuto, Bunin, dan Sikundur, Provinsi Aceh, Indonesia. Sistem sungai tropis seperti ini mendukung beberapa perikanan darat yang paling produktif (Poomchaivej dkk., 2024). Masih sedikit informasi mengenai faktor lingkungan yang tidak terkontrol yang memengaruhi biologi ikan, terutama B. schwanefeldii (Rahman & Fathi, 2022). B. schwanefeldii adalah ikan air tawar yang ditemukan di daerah subtropis dan tropis (Mansour dkk., 2016). Ekosistem Sungai Keureuto, Bunin, dan Sikundur merupakan habitat penting bagi keanekaragaman flora dan fauna di Provinsi Aceh. Ekosistem ini menyediakan tempat berlindung bagi berbagai organisme, tetapi kondisinya terus menurun akibat perusakan hutan, konversi lahan, invasi spesies non-asli, dan polusi. Oleh karena itu, penilaian ekologis sangat penting dalam kaitannya dengan konservasi (Herlihy et al., 2020), terutama untuk B. schwanefeldii. Penilaian ekologis ini dapat berupa analisis hubungan panjang-berat dan faktor kondisi (Tran et al., 2021). Hubungan panjang-berat ikan melibatkan pencatatan berat yang sesuai dengan panjang tertentu (Mulfizar et al., 2012), sedangkan faktor kondisi melibatkan penilaian kondisi tubuh atau kesehatan populasi ikan (Oliveira et al., 2020). Faktor kondisi merupakan parameter utama stok populasi ikan (Deng et al., 2020; Hammock et al., 2022). Faktor ekologis juga berperan dalam variasi morfologi organisme (Kenthao & Jearranaiprepame, 2020; Mahyudi & Merdeka-wati, 2021), sehingga penulis juga menganalisis kemungkinan variasi morfologi B. schwanefeldii antar lokasi penelitian. Studi morfologi penting untuk menetapkan hubungan spesies dengan kondisi habitatnya dan menetapkan program konservasi (Gonzalez-Martinez et al., 2020). Analisis morfologi dapat dilakukan dengan pengukuran morfometrik ikan termasuk panjang total, panjang kepala, panjang pangkal ekor, panjang standar, panjang sirip ekor, tinggi pangkal ekor, tinggi sirip punggung, lebar tubuh, lebar mata dan mulut (Prafiadi & Maturahmah, 2020; Akmal et al., 2022; Suleman & Djonu, 2022; Zega et al., 2024). Sejauh ini, belum ada informasi yang dilaporkan mengenai stok B. schwanefeldii di Sungai Keureuto, Bunin, dan Sikundur, Kawasan Ekosistem Leuser. Namun, penelitian mengenai hubungan panjang-berat, faktor kondisi, meristik, dan variasi morfometrik spesies ini belum dilakukan, terutama di Kawasan Ekosistem Leuser. Oleh karena itu, penelitian tentang karakteristik ini penting sebagai dasar untuk pengelolaan ikan ini di Kawasan Ekosistem Leuser. Sampel dikumpulkan di tiga lokasi (Sungai Bunin, Sungai Keureuto, dan Sungai Sikundur) selama sembilan bulan menggunakan jaring, jaring insang, dan pancing. Panjang dan berat ikan diukur di tempat menggunakan timbangan digital dan kaliper. Analisis meristik dan morfometrik juga dilakukan dalam penelitian ini untuk mengungkap kemungkinan perbedaan intraspesifik. Sebanyak 24 karakter morfometrik dan 9 karakter meristik diukur dalam penelitian ini. Sebanyak 208 sampel B. schwanefeldii dikumpulkan dalam penelitian ini dengan total 70 jantan dan 138 betina. Jumlah total tangkapan B. schwanefeldii di Sungai Keureuto, Bunin, dan Sikundur masing-masing mencapai 57, 110, dan 41 sampel. Berdasarkan hasil pengamatan di tiga lokasi penelitian, terlihat bahwa ikan betina lebih dominan, di mana rasio antara jantan:betina untuk ketiga lokasi tersebut masing-masing adalah antara 1:2,33 (Sungai Bunin), 1:1,71 (Sungai Keureuto), dan 1:1,56 (Sungai Sikundur). Barbonymus schwanefeldii yang dikumpulkan dari Sungai Keureuto dan Sungai Sikundur memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif, sedangkan yang dari Sungai Bunin memiliki pola pertumbuhan alometrik positif. Analisis meristik dan morfometrik komparatif menunjukkan bahwa B. schwanefeldii yang dikumpulkan dari Sungai Keureuto dan Sungai Sikundur memiliki kemiripan yang tinggi, sedangkan B. schwanefeldii dari Sungai Bunin relatif berbeda. Hasil penelitian ini berhasil mengungkap variasi morfologi antar populasi B. schwanefeldii yang berkaitan dengan adaptasi terhadap habitat yang berbeda.
Penulis: Prof. Muchammad Yunus, drh., M.Kes., Ph.D.
ARTIKEL ILMIAH POPULER dari artikel yang dipublikasikan pada: Biosystems Diversity 2025, 33(2), e2533 dengan title:
Growth patterns, condition factors and morphological variations in Barbonymus schwanefeldii from Indonesia
Link artikel:





