Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Tiga Belas Persen Tikus Liar di Surabaya mengandung Parasit Trypanosoma lewisi

636 Views•2 minutes read

Trypanosoma lewisi (Stercoraria: Trypanosomatidae) adalah parasit darah berflagela hidup dalam darah tikus dari genus Rattus, terutama R. norvegicus, R. tanezumi dan R. rattus. Parasit ini dapat menular ke manusia dengan perantara vector pinjal tikus, Xenopsylla cheopis dan Nosopsyllus fasciatus (Ceratophyllus fasciatus), menyebabkan tripanosomiasis manusia atipikal (a-HT), terutama menyerang bayi dan individu dengan gangguan imun, dengan manifestasi klinis termasuk demam, anemia, dan lesu, dan jarang terjadi kasus fatal.

Prevalensi ini umumnya dilaporkan dari permukiman padat penduduk dengan sanitasi rendah di mana kontak manusia-kutu-tikus terjadi secara terus-menerus. Di Indonesia, survei telah dilakukan di sejumlah lokasi terbatas, termasuk Malang, Sulawesi Selatan, Banjarnegara, Banyuwangi, Jakarta Timur serta Aceh Utara. Surabaya, ibu kota Jawa Timur dan kota terbesar kedua di Indonesia dengan populasi lebih dari tiga juta jiwa (BPS, 2023), kondisi yang sangat kondusif untuk perkembangbiakan tikus, namun saat ini belum ada data pengawasan tentang T. lewisi pada tikus liar di Surabaya.

Oleh karena itu, kamimelakukan penelitian dengan mengkarakterisasi prevalensi, asosiasi inang, dan identitas molekuler T. lewisi di lima zona geografis Surabaya, dengan menggabungkan mikroskopi apusan darah, morfometri kuantitatif, amplifikasi PCR pada wilayah ITS1, dan inferensi filogenetik Bayesian.

Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi T. lewisi secara mikroskopis adalah 13,0% (13/100; 95% CI: 7,1–21,2%), dengan tikus yang terinfeksi terdeteksi di empat dari lima zona pengambilan sampel. Semua sampel yang berhasil diurutkan bertempat dalam klade T. lewisi yang didukung dengan baik (PP = 1,0) dalam analisis filogenetik Bayesian. Temuan ini memberikan bukti molekuler pertama tentang sirkulasi T. lewisi pada tikus liar perkotaan di Surabaya dan menunjukkan bahwa hewan pengerat sinantropik dapat berfungsi sebagai reservoir penting parasit zoonosis ini di kota-kota Indonesia yang padat penduduk. Studi ini menyoroti perlunya memasukkan trypanosoma yang ditularkan oleh hewan pengerat ke dalam kerangka pengawasan One Health di lingkungan perkotaan.

Penulis: Prof. Dr. Lucia Tri Suwanti, drh., M.P.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/urban-prevalence-and-molecular-confirmation-of-trypanosoma-lewisi/

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top