Jaring Talenta Menuju Ajang Nasional 2027, UNAIR Gelar Seleksi MTQM 

58 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menggelar Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa (MTQM) Tingkat Universitas Tahun pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Ulul Azmi dan dilanjutkan dengan sesi perlombaan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR C UNAIR.

KaSie Kompetisi Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UNAIR, Afri Andiarto SM MM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Acara ini, ucapnya, penting untuk menjadi wadah pengembangan potensi spiritual serta intelektual para mahasiswa.

“Seleksi ini bukan sekadar ajang kompetisi. Melainkan langkah nyata kita dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Afri.

Ketua Pelaksana MTQM UNAIR 2026, Galih Bayu Pratama, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dari empat organisasi mahasiswa (Ormawa) keagamaan di tingkat universitas. Galih mengungkapkan bahwa sebanyak 247 peserta meramaikan ajang seleksi tahun ini. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, menurutnya skema ini sengaja dibuat dengan rentang waktu persediaan hingga satu tahun penuh.

“Sasaran utama kami yakni menjaring talenta terbaik untuk kami sertakan pada Lomba MTQN Tingkat Nasional tahun 2027 mendatang. Pada tahun 2025 lalu kami sudah berpartisipasi, sehingga untuk tahun 2027 kami ingin tampil lebih maksimal melalui proses seleksi yang lebih awal serta pembinaan secara berkelanjutan,” tutur Galih.

Salah satu peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Muhammad Mukhriz Zakaria dari Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2024, membagikan motivasinya saat mengikuti ajang ini. Mukhriz menuturkan bahwa dukungan lingkungan kampus serta dorongan menyebarkan syiar Islam melalui jalur ilmiah menjadi alasan utamanya.

Mukhriz beserta rekannya menggagas ide ilmiah yang mengkolaborasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan keilmuan politik serta kebebasan berpendapat. Gagasan tersebut mengangkat platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna mengoptimalkan iklim demokrasi serta wadah penyampaian aspirasi masyarakat secara kondusif.

“Cabang KTIQ ini mengikuti sekitar delapan kelompok dengan ragam latar belakang keilmuan. Mulai dari psikologi hingga perikanan. Ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dari berbagai kampus memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai Al-Qur’an serta mendapat respons positif dari pemerintah maupun masyarakat luas,” terang Mukhriz.

Melalui seleksi ini, UNAIR berharap dapat melahirkan delegasi yang tidak hanya mahir membaca serta memahami Al-Qur’an. Melainkan juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an untuk menjawab tantangan zaman melalui karya ilmiah serta inovasi nyata.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top