Universitas Airlangga Official Website

Endometritis sebagai penyebab dasar kegagalan kebuntingan berulang pada sapi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kegagalan pembuahan berulang adalah gangguan reproduksi umum pada sapi perah dan sapi potong, dan berdampak signifikan pada efisiensi produksi peternakan dan kerugian ekonomi. Dokter hewan mengkarakterisasi gangguan ini dengan kegagalan pembuahan berulang meskipun siklus estrus normal dan teknik inseminasi buatan yang tepat setelah tiga kali atau lebih perkawinan berturut-turut. Salah satu penyebab utama kegagalan pembuahan berulang pada sapi adalah endometritis klinis dan subklinis (SCE), yang seringkali tidak terdeteksi melalui pemeriksaan klinis konvensional. Pada sapi, SCE ditandai dengan peradangan endometrium tanpa gejala klinis yang jelas. Namun, hal ini dapat mengubah lingkungan rahim, sehingga mengganggu pembuahan, perkembangan embrio dini, pengenalan kehamilan oleh induk, dan implantasi embrio. Tinjauan ini secara komprehensif mengkaji dan mensintesis bukti ilmiah berbasis sapi terbaru yang berkaitan dengan kontribusi endometritis terhadap kegagalan pembuahan berulang pada sapi. Konsep dan klasifikasi kegagalan pembuahan berulang dan endometritis, mekanisme patogenik yang melibatkan kolonisasi dan persistensi patogen di rahim, respons inflamasi endometrium sapi, dan ketidakseimbangan hormonal, khususnya gangguan fungsi korpus luteum (CL) yang terkait dengan progesteron, yang memengaruhi pembentukan kehamilan dibahas. Lebih lanjut, berbagai faktor predisposisi yang berkontribusi terhadap perkembangan endometritis, seperti praktik manajemen, status nutrisi dan metabolisme, serta karakteristik sapi individu, dijelaskan secara sistematis. Berbagai metode diagnostik, mulai dari evaluasi klinis, sitologi endometrium, dan ultrasonografi saluran reproduksi hingga pendekatan mikrobiologis dan molekuler, juga dibahas sebagai dasar untuk menentukan strategi manajemen yang tepat pada peternakan sapi. Artikel ini juga menyoroti pilihan terapi dan tindakan pencegahan yang berfokus pada peningkatan kesehatan reproduksi melalui manajemen ternak berbasis bukti, diagnosis dini, dan penggunaan antimikroba yang bijaksana untuk meminimalkan risiko resistensi antimikroba. Secara keseluruhan, endometritis memainkan peran penting dalam terjadinya perkawinan berulang pada sapi, sehingga deteksi dini dan implementasi manajemen reproduksi terpadu menjadi kunci untuk meningkatkan angka kesuburan dan efisiensi produksi ternak.

Penulis: Prof. Dr. Herry Agoes Hermadi, drh., M.Si.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/endometritis-as-an-underlying-cause-of-repeat-cattle-breeding/