Universitas Airlangga Official Website

Pengetahuan dan Sikap Pasien Hipertensi untuk Menunjang Perilaku Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi

Hipertensi merupakan penyakit the silent killer di masyarakat. Penyakit ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan tekanan darah arteri secara terus-menerus. Keberhasilan dari terapi hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap pengobatan. Kepatuhan merupakan sebuah perilaku yang dibentuk oleh tiga faktor yaitu pengetahuan dan sikap sebagai faktor predisposisi serta dukungan keluarga sebagai faktor penguat. Pengobatan hipertensi merupakan terapi jangka panjang dengan tujuan untuk menormalkan tekanan darah. Mayoritas masyarakat di Indonesia memilih pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) ketika mencari pengobatan hipertensi sebagai pasien rawat jalan di puskesmas. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan hipertensi berdampak pada kejadian komplikasi.

Penelitian ini telah dilakukan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dari pasien hipertensi rawat jalan terhadap perilaku kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Tanggulangin Kota Sidoarjo selama bulan April sampai Juni 2021. Desain penelitian berupa desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 72 pasien rawat jalan sebagai sampel. Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien dengan pengobatan minimal 2 bulan, berusia lebih dari 18 tahun, pasien dapat membaca dan menulis, serta bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi penelitian yaitu ibu hamil yang menderita hipertensi. Variabel penelitian berupa pengetahuan, sikap pasien, dan dukungan keluarga sebagai variabel bebas serta kepatuhan minum obat antihipertensi sebagai variabel terikat. Data dikumpulkan melalui instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Kepatuhan minum obat diukur dengan kuesioner Adherence to Refills and Medications Scale (ARMS) dari Kripalani 2009 yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan korelatif.

Berdasarkan hasil penelitian pada 72 responden didapatkan data bahwa 59 (78,6%) responden minum obat amlodipine sebagai antihipertensi daripada obat lain berupa captopril, lisinopril dan nifedipine.  Sejumlah 62 (86,1%) pasien menerima terapi tunggal antihipertensi dan 30 (38,9%) pasien menderita hipertensi kurang dari satu tahun. Sejumlah 50 (69,4%) responden mempunyai pengetahuan sedang terkait penyakit hipertensi, 60 (83.3%) responden memiliki sikap positif, dan 55 (76.5%) responden memiliki dukungan keluarga baik, namun 68 (94.5%) rsponden tidak patuh dalam berobat. Hasil uji Spearman Rho menunjukkan bahwa kepatuhan berobat dipengaruhi oleh pengetahuan (5,9%) dan sikap (14,8%), sedangkan variabel dukungan keluarga tidak berpengaruh terhadap kepatuhan. Sebagian besar pasien datang untuk berobat sendiri ke puskesmas, dan tidak ada yang didampingi oleh anggota keluarga. Pasien meminta bantuan keluarga jika dibutuhkan. Kesimpulan penelitian ini bahwa kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien rawat jalan penderita hipertensi di Puskesmas Tanggulangin hanya dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap pasien terkait penyakit hipertensi dan pengobatannya.

Penulis:  Liza Pristianty, Yuni Priyandani, Abdul Rahem

Link Jurnal: https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/view/2048

Link Scimagojr: https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=21211&tip=sid&clean=0

Judul artikel: The correlation between knowledge, attitude and family support on compliance of outpatients with hypertension in a healthcare centre in Indonesia